Silent Treatment dan Stonewalling, Cara Mengatasinya?

 Jika Anda berada dalam sebuah situasi di mana Anda tidak bisa membuat orang lain berbicara dengan Anda, ada kemungkinan Anda sedang mendapatkan silent treatment dan stonewalling. Anda bahkan mungkin pernah melakukan hal ini kepada orang lain di masa lalu. Silent treatment dan stonewalling dapat terjadi di hubungan romantis dan semua jenis hubungan lainnya, termasuk antara orang tua dan anak-anak, dengan teman, atau pun dengan rekan kerja. 

Silent treatment dan stonewalling dapat menjadi reaksi “melarikan diri” pada sebuah situasi di mana seseorang merasa sangat marah, frustasi, atau kewalahan untuk menghadapi suatu masalah. Dalam kasus ini, ketika masalah telah selesai dihadapi, silent treatment dan stonewalling juga akan berangsur-angsur menghilang. Silent treatment dan stonewalling juga dapat menjadi sebuah bagian dari pola yang lebih luas untuk kontrol dan kekerasan emosional. Ketika digunakan dengan rutin sebagai sebuah permainan power atau kekuatan, perilaku iin dapat membuat Anda merasa ditolak atau diabaikan. Perilaku ini dapat memberikan efek yang besar pada harga diri seseorang. 

Sebelum membicarakan seputar bagaimana cara mengatasi silent treatment dan stonewalling, sangat penting untuk tahu dan mengenal bagaimana perilaku tersebut berubah menjadi kekerasan. Terkadang, diam adalah cara terbaik untuk menghindari menyatakan suatu hal yang akan Anda sesali setelahnya. Seseorang juga bisa menggunakan perilaku ini saat mereka tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan diri sendiri atau merasa kewalahan saat menghadapi suatu masalah. Namun terkadang seseorang akan menggunakan silent treatment sebagai sebuah cara mendapatkan power atau kekuasaan dalam suatu hubungan atau menciptakan jarak emosional. Jika Anda adalah seseorang yang mendapatkan silent treatment dan stonewalling dari orang lain, Anda akan merasa tersingkirkan. 

Memang terasa sulit apabila diperlakukan dengan cara tersebut, sehingga Anda akan mencoba untuk melakukan hal apa saja agar situasi yang dihadapi dapat kembali seperti biasanya. Penelitian menunjukkan bahwa sering merasa tersingkirkan dapat mengurangi harga diri seseorang. Kondisi ini dapat membuat Anda layaknya kehilangan kontrol atas diri sendiri. Efek ini dapat lebih intens apabila dilakukan oleh seseorang yang dekat dengan Anda sebagai sebuah bentuk hukuman. 

Jika hal ini bukanlah sesuatu yang orang lain selalu lakukan pada Anda, lakukan pendekatan dengan perlahan dan lembut agar pembicaraan dapat berawal dengan ringan. Mereka mungkin sedang terlukai dan ingin mencari jalan keluar secepatnya. Dengan tenang, beritahu lawan bicara Anda bahwa Anda sadar ia tidak memberikan respon apapun dan Anda ingin tahu mengapa lawan bicara Anda melakukan hal tersebut. Berikan penekanan bahwa Anda ingin masalah yang dihadapi mendapatkan jalan keluar yang tepat dan bijak. 

Meskipun bukan salah Anda seseorang memutuskan untuk melakukan silent treatment dan stonewalling  kepada Anda, Anda masih memiliki tanggungjawab untuk meminta maaf terutama apabila Anda melakukan kesalahan. Jika mereka tidak memberikan respon apapun, beritahu bahwa Anda tahu mereka mungkin membutuhkan waktu untuk sendiri. Namun, pastikan Anda juga memberitahu bahwa Anda ingin mengambil waktu dan berbicara serta berdiskusi bagaimana cara menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada. 

Anda juga bisa memberitahu lawan bicara bagaimana silent treatment dan stonewalling melukai diri Anda, dan membuat diri Anda merasa frustasi dan kesepian. Dan hal tersebut bukanlah sesuatu yang Anda inginkan dalam sebuah hubungan. Jelaskan bahwa Anda tidak bisa mengatasi masalah yang ada dengan cara ini, dan lanjutkan menjelaskan hal-hal spesifik tentang masalah yang dihadapi. Jika perilaku stonewalling dan silent treatment merupakan perilaku yang tidak Anda sukai dalam suatu hubungan, jelaskan pada lawan bicara dengan jujur. 


Silent Treatment dan Stonewalling, Cara Mengatasinya? Silent Treatment dan Stonewalling, Cara Mengatasinya? Reviewed by SehatQ on December 23, 2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.