Fungsi sistem saraf sangat penting bagi kelangsungan kinerja tubuh Anda. Hal ini karena sistem saraf berperan sebagai pusat koordinasi tubuh.
Sistem saraf berasal dari otak, yang akan mengontrol apapun yang Anda lakukan serta apa yang ada di pikiran, dan respon otomatis Anda terhadap lingkungan di sekitar Anda. Selain itu, sistem saraf juga berfungsi untuk mengontrol sistem dan fungsi tubuh lainnya seperti sistem pencernaan, sistem perkembangan seksual, dan sistem pernapasan. Namun, sistem saraf Anda bisa terganggu jika terkena suatu penyakit, mengalami suatu kecelakaan, racun, dan proses penuaan alami.
Berikut beberapa gangguan fungsi sistem saraf yang perlu Anda ketahui.
Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah suatu jenis demensia yang tidak dapat dikembalikan yang sering terjadi pada banyak orang. Hampir 7 dari 10 penderita demensia memiliki tipe Alzheimer.
Otak memiliki jutaan sel otak yang mampu mengatur bagaimana otak menyimpan ingatan, mempelajari suatu kebiasaan, dan membentuk kepribadian kita. Sinyal yang dikirimkan oleh indra akan menuju ke sel-sel otak dalam bentuk bahan kimia yang disebut neurotransmitter. Penyakit Alzheimer akan mempengaruhi sel-sel dan bahan kimia ini sehingga akan mengganggu memori, mempengaruhi pemikiran dan menyebabkan perubahan perilaku dari waktu ke waktu. Orang dengan penyakit Alzheimer pada akhirnya membutuhkan perawatan dan dukungan jangka panjang.
Bell’s Palsy
Bell's palsy adalah suatu kondisi di mana terjadi kelemahan atau kelumpuhan mendadak pada salah satu sisi wajah. Hal ini disebabkan oleh peradangan atau kerusakan pada saraf wajah. Biasanya Bell’s palsy akan berlangsung secara sementara, namun kebanyakan orang mulai membaik dalam 2 minggu dan pulih sepenuhnya dalam 3 hingga 6 bulan. Namun, ada juga beberapa orang yang tidak pulih sepenuhnya dan mengalami beberapa kelemahan atau kelumpuhan otot-otot di wajah mereka. Penyebab Bell’s palsy yaitu infeksi virus.
Cerebral Palsy
Cerebral palsy disebabkan karena cedera otak yang mempengaruhi gerakan tubuh. Cedera otak akan mempengaruhi gerakan dan postur tubuh. Hal ini akan terlihat sebagai gejala seperti otot kaku, atau gerakan otot yang tidak disengaja.
Cerebral palsy dapat mempengaruhi gerakan, koordinasi, tonus otot, dan postur tubuh. Cerebral palsy juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan, pendengaran, bicara, makan, dan belajar.
Kerusakan otak yang terjadi dapat bersifat permanen dan tidak ada obat untuk mengatasinya.
Epilepsi
Epilepsi atau ayan merupakan gangguan fungsi sistem saraf pusat yang dapat terjadi akibat aktivitas listrik di otak yang tidak normal. Seseorang dengan epilepsi dapat dipengaruhi demam, diabetes, kondisi jantung dan penarikan alkohol yang akan menimbulkan kejang.
Penyakit Saraf Motorik
Penyakit saraf motorik (MND) adalah nama untuk sekelompok penyakit yang akan mempengaruhi saraf tertentu yang dikenal sebagai saraf motorik. Seseorang dengan penyakit saraf motorik akan membuat otot perlahan-lahan jadi lemah. Hal ini akhirnya akan menyebabkan kelumpuhan.
Multiple Sclerosis
Multiple sclerosis (MS) adalah gangguan fungsi sistem saraf yang mempengaruhi sistem saraf pusat. MS menimbulkan kerusakan pada selubung pelindung atau mielin yang mengelilingi serabut saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Kerusakan pada selubung mielin ini dapat menyebabkan luka pada sistem saraf yang membuat saraf jadi tidak dapat mengirim sinyal ke seluruh tubuh dengan semestinya. Risiko seseorang terkena MS meningkat jika mereka memiliki kerabat dekat dengan kondisi tersebut.
Parkinson
Penyakit parkinson adalah gangguan fungsi sistem saraf yang disebabkan karena kerusakan sel-sel saraf yang menghasilkan dopamin, yaitu bahan kimia yang sangat penting untuk kelancaran kontrol otot dan gerakan. Penyakit Parkinson pada umumnya menyerang orang yang berusia di atas 65 tahun, tetapi tetap dapat muncul lebih awal.
No comments: