Penulis: Agnes Sarila Wiridhani
Kolesterol adalah lemak yang tidak larut dalam air. Lemak ini menempel pada protein dan ada di aliran darah Anda. Terlalu tinggi kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam tubuh dapat meningkatkan risiko jantung koroner dan stroke. Untuk memantau kadar kolesterol dalam darah, Anda dapat melakukan tes kolesterol. Tes kolesterol ini dapat mengecek seluruh kadar LDL (lemak jahat), HDL (lemak baik), dan trigliserida.
Fakta Seputar Kolesterol
Kolesterol tidak dapat larut dalam air, sehingga tidak dapat mengalir melalui darah Anda. Untuk membantu mengangkut kolesterol, hati Anda memproduksi lipoprotein.
Lipoprotein adalah partikel yang terbuat dari lemak dan protein. Lipoprotein membawa lemak melalui aliran darah Anda. Dua bentuk utama lipoprotein adalah low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL).
Kolesterol LDL adalah dibawa oleh lipoprotein densitas rendah. Terlalu banyak kolesterol LDL, dapat mempersempit arteri, sehingga menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Hal ini karena kolesterol LDL mudah mengeras dan menempel di dinding arteri.
Sama seperti kolesterol LDL, kadar trigliserida yang tinggi dapat membahayakan tubuh Anda. Hal ini karena trigliserida dapat meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan stroke.
Sementara itu, HDL atau kolesterol baik mampu mengangkut kelebihan kolesterol ke hati untuk dikeluarkan tubuh. Tingginya kadar HDL dalam darah justru baik untuk kesehatan tubuh Anda.
Gejala Kolesterol Tinggi
Dalam kebanyakan kasus, kolesterol tinggi adalah kondisi "diam". Biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka memiliki kolesterol tinggi sampai mereka mengalami komplikasi serius, seperti serangan jantung atau stroke.
Itulah mengapa pemeriksaan kolesterol rutin itu penting. Jika Anda berusia 20 tahun atau lebih, tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda harus menjalani pemeriksaan kolesterol rutin. Pelajari bagaimana skrining ini berpotensi menyelamatkan hidup Anda.
Penyebab Kolesterol Tinggi
Mengonsumsi makanan yang terlalu tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan risiko terkena kolesterol, obesitas, diabetes, dan jantung koroner. Faktor gaya hidup lain yang dapat berkontribusi terhadap kolesterol tinggi adalah jarang berolahraga dan merokok.
Genetika juga dapat memengaruhi Anda terkena kolesterol tinggi. Gen diturunkan dari orang tua ke anak. Gen tertentu menginstruksikan tubuh Anda tentang cara memproses kolesterol dan lemak. Jika orang tua Anda memiliki kolesterol tinggi, Anda mungkin memiliki risiko yang lebih besar untuk memilikinya juga.
Selain itu, kondisi kesehatan lainnya, seperti diabetes dan hipotiroidisme, juga dapat meningkatkan risiko terkena kolesterol tinggi dan komplikasi terkait. Selain itu, risiko kolesterol tinggi juga dialami oleh penderita diabetes dan penyakit ginjal.
Lakukan Tes Kolesterol
Jika Anda berusia 20 tahun atau lebih, American Heart Association merekomendasikan agar melakukan pengecekan kadar kolesterol setiap 4 hingga 6 tahun. Jika Anda memiliki riwayat kolesterol tinggi atau faktor risiko lain terkait kardiovaskular, dokter Anda mungkin menganjurkan Anda untuk lebih sering memeriksakan kadar kolesterol Anda.
Hasil Tes Kolesterol
Kadar kolesterol diukur dalam miligram (mg) kolesterol per desiliter (dL) darah. Hasil ideal untuk kebanyakan orang dewasa adalah:
Kadar LDL: 70 hingga 130 mg/dL (semakin rendah angkanya, semakin baik)
Kadar HDL: lebih dari 40 hingga 60 mg/dL (semakin tinggi angkanya, semakin baik)
Kadar kolesterol total: kurang dari 200 mg/dL (semakin rendah angkanya, semakin baik)
Kadar trigliserida: 10 hingga 150 mg/dL (semakin rendah angkanya, semakin baik)
No comments: