Petechiae adalah bercak merah pada kulit yang terkadang muncul secara tiba-tiba. Bintik kecil ini bisa muncul sebagai kelompok sehingga sering salah disangka sebagai ruam akibat alergi. Sekilas, petechiae juga sering dikira sebagai gigitan nyamuk biasa.
Ciri-ciri paling utama dari petechiae adalah bercak merah pada kulit tidak menonjol. Namun sebenarnya apa yang menyebabkan kondisi itu? Simak selengkapnya berikut ini.
Apa itu petechiae?
Petechiae terlihat seperti titik-titik berwarna merah, coklat, atau ungu yang disebabkan oleh bocornya pembuluh darah kapiler di bawah kulit. Bintik-bintik ini bisa muncul secara berkelompok atau sendiri-sendiri, biasanya muncul di lengan, kaki, perut, dan bokong. Terkadang petechiae juga bisa ditemukan di dalam mulut atau di kelopak mata.
Ketika petechiae ditekan, kulit terasa datar dan warnanya tidak akan berubah menjadi putih seperti bercak merah pada kulit lainnya. Umumnya bercak berukuran kecil, dan jika ukurannya lebih besar Anda mungkin mengalami masalah pendarahan jenis lain yang disebut purpura.
Penyebab petechiae
Ketika pembuluh darah kapiler pecah, darah bocor ke kulit sehingga menyebabkan bintik merah yang disebut petechiae. Petechiae bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari penyakit, konsumsi obat-obatan tertentu, dan kekurangan vitamin C atau vitamin K.
Cedera
Kerusakan pada kulit akibat benturan benda keras, gigitan, bahkan gesekan pada kulit karena membawa tas yang berat atau tali ketat pada pakaian dapat membuat petechiae terbentuk. Paparan sinar matahari juga dapat memicu kondisi tersebut.
Leukimia
Leukimia adalah kanker sumsum tulang belakang. Penderita leukimia cenderung mengalami petechiae. Gejala lainnya meliputi demam, menggigil, pembengkakan kelenjar, memar, mimisan, dan penurunan berat badan.
Demam berdarah
Bercak merah pada kulit bisa jadi tanda demam berdarah yang paling terlihat. Infeksi ini berkembang dari gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Gejala lainnya antara lain demam, radang tenggorokan, lemah, dan muka memerah.
Mengangkat beban
Melakukan aktivitas berat, seperti mengangkat beban berat dalam waktu yang lama dapat memicu kebocoran pembuluh darah. Selain itu, batuk keras, muntah, mengehan, dan melahirkan juga dapat menyebabkan petechiae.
Konsumsi obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan efek samping petechiae. Obat-obatan tersebut antara lain antibiotik penisilin, obat malaria kina, obat kejang fenitoin dan asam valporat, obat pengencer darah, antidepresan, dan NSAID naproxen.
Perawatan dan pengobatan
Jika petechiae timbul sebagai akibat efek samping penggunaan obat, gejalanya akan hilang setelah Anda berhenti meminum obat. Untuk petechiae yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, dokter akan meresepkan obat seperti antibiotik. Nantinya bintik merah akan hilang dengan sendirinya segera setelah infeksi mereda.
Petechiae yang disebabkan oleh penyakit serius seperti infeksi meningokokus, kelainan darah, atau kanker, Anda akan memerlukan perawatan di rumah sakit. Dokter akan menyarankan untuk menemui spesialis infeksi, ahli hematologi, atau ahli onkologi untuk membantu perawatan Anda.
Petechiae yang dipicu oleh insiden kecil seperti batuk berat, muntah, atau mengangkat beban, Anda bisa mengatasinya dengan cara rumahan berikut ini:
Beristirahat yang cukup
Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen
Mencukupi minum air putih untuk mencegah dehidrasi
Catatan
Sebagian besar pemicu petechiae adalah hal-hal yang bisa dicegah. Memakan makanan bergizi, mempraktikkan kebersihan yang baik, dan menghindari prosedur yang dapat menyebabkan infeksi kulit seperti tato dan tindik adalah cara mudah mencegah timbulnya bercak merah pada kulit.
No comments: