Banyak
kondisi yang dapat dialami seorang ibu setelah melahirkan. Salah satu keluhan
umum yang sering dialami oleh ibu baru adalah tulang ekor sakit. Bahkan
gangguan ini mungkin saja sudah Anda rasakan sejak trimester akhir kehamilan.
Hal ini disebabkan karena tekanan saat bayi keluar dari rahim menyebabkan
tulang ekor ibunya memar, dislokasi tulang, atau bahkan patah tulang ekor.
Anda
kemungkinan akan mengalami cedera tulang ekor selama persalinan jika bayi Anda
sangat besar, dalam posisi melintang, atau jika panggul Anda sangat sempit
maupun memiliki kelainan bentuk. Bentuk dan mobilisasi tulang ekor juga dapat
menjadi pemicunya. Wanita yang sebelumnya pernah mengalami cedera tulang ekor memiliki
risiko lebih besar kembali kambuh saat persalinan normal.
· Apa Penyebab Tulang Ekor
Sakit Pasca-melahirkan?
Terdapat
beberapa hal yang dapat menyebabkan Anda mengalami sakit atau cedera pada
tulang ekor, misalnya jatuh dalam posisi duduk. Cedera ini dapat berupa memar,
bergeser, atau retak yang bisa menyebabkan tulang ekor sakit.
Pada
ibu hamil, tulang ekor sakit umumnya dialami pada trimester akhir kehamilan.
Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi beberapa hal, seperti:
· Pertambahan
berat badan selama masa kehamilan;
· Pembesaran
ukuran rahim saat hamil yang menekan struktur di sekitarnya;
· Efek
hormon relaksin yang diproduksi selama hamil. Hormon ini mengakibatkan ligamen
di sekitar tulang ekor merenggang sebagai cara untuk memberi jalan bayi keluar,
namun di sisi lain menyebabkan tulang ekor terasa sakit;
· Trauma
pada saat persalinan.
Perawatan Tulang
Ekor Sakit Pasca-melahirkan
Rasa
sakit pada tulang ekor akan bertambah parah jika Anda duduk, ketika berdiri
setelah duduk atau berdiri dalam waktu lama, saat mengalami konstipasi, atau
ketika jongkok maupun duduk untuk buang air kecil atau buang air besar.
Umumnya
kondisi ini tidak perlu terlalu Anda cemaskan, nyeri akan berangsur menghilang
seiring waktu. Bahkan pada beberapa wanita, nyeri dapat bertahan hingga beberapa
bulan setelah melahirkan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan
untuk mengatasi tulang ekor sakit setelah melahirkan, semisal:
· Istirahat
cukup, jangan lupa untuk tetap aktif atau mempertahankan aktivitas fisik. Hal
ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan;
· Turunkan
berat badan seperti sebelum melahirkan;
· Anda
dapat menggunakan korset sebagai bantuan;
· Melakukan
latihan penguatan otot panggul seperti senam kegel;
· Hindari
mengangkat barang berat;
· JIka
perlu Anda daapat menggunakan parasetamol untuk mengurangi nyeri. Jika tidak
menyusui anti nyeri seperti ibuprofen dapat anda gunakan;
· Fisioterapi
sesuai anjuran dokter jika diperlukan;
· Kompres
bagian yang nyeri beberapa kali sehari untuk mengurangi rasa sakit dan
pembengkakan;
· Tidur dalam posisi miring agar Anda merasa
lebih nyaman;
· Konsumsi obat antiinflamasi atau antiradang
(NSAID) seperti ibuprofen untuk mengurangi bengkak dan nyeri. Jika kondisinya
parah, dokter mungkin akan memberikan obat dengan dosis yang lebih kuat;
· Perbanyak
minum air putih dan mengonsumsi makanan berserat untuk menghindari konstipasi.
Berkonsultasilah
dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, tujuannya untuk mencari
tahu apakah nyeri tersebut disebabkan oleh suatu kelainan tertentu selain
karena hal-hal yang disebutkan di atas, seperti misalnya:
· Adanya
kompresi, penekanan, atau cedera pada saraf;
· Trauma
pada tulang ekor; dan sebagainya.
Normalnya,
tulang ekor sakit pasca-melahirkan akan sembuh dengan sendirinya selama
beberapa minggu. Nah, jika rasa sakit itu berkepanjangan, mungkin Anda akan dirujuk
ke spesialis untuk mendapatkan terapi fisik atau suntik steroid dan anestesi.

No comments: