Pernahkan mata Anda merah seperti berdarah atau ada bercak darah yang ada
pada bola mata? Mata merah bisa saja terjadi karena adanya iritasi karena ada
suatu benda yang masuk ke dalam mata. Namun, bagaimana jika mata berdarah?
Mata berdarah tentu menyeramkan bagi siapapun yang mengalaminya. Panik,
pasti! Apakah pecah pembuluh darah hingga menyebabkan mata berdarah?
Kemungkinan, hal ini dikarenakan adanya pendarahan subkonjungtiva.
Apa Itu Pendarahan Subkonjungtiva?
Perdarahan subkonjungtiva adalah pecah pembuluh darah kecil tepat di
bawah permukaan mata. Konjungtiva atau lapisan tipis yang berada di mata
berfungsi melindungi putih mata (sklera) dan bagian kelopak mata. Pada saat
perdarahan terjadi, konjungtiva tidak dapat menyerap darah dengan cepat
sehingga darah terperangkap dan menimbulkan mata berdarah.
Perdarahan subkonjungtiva biasanya terjadi tanpa membahayakan mata Anda.
Karena saat Anda bersin ataupun batuk yang berlebihan pun akan menyebabkan
pecah pembuluh darah di mata. Dan, hal i ni tidak perlu diobati karena umumnya
akan menghilang dalam waktu sekitar dua mingguan.
Gejala yang muncul akibat perdarahan ini, biasanya hanya terdapat darah
pada bola mata saja. Pun, Anda tidak mengalami sakit mata ataupun perubahan pda
pengelihatan. Satu-satunya hal yang muncul mungkin hanya ketidaknyamanan pada
permukaan mata Anda saja dan merasa
sedikit gatal.
Penyebab
Beberapa hal yang menyebabkan perdarahan subkonjungtiva telah disebutkan di
atas sebelumnya. Seperti:
·
Batu
hebat
·
Bersin
terlalu kuat
·
Mengejan
·
Muntah
·
Menggosok
mata terlalu kasar
·
Trauma
atau adanya benda asing yang melukai mata Anda.
·
Angkat
berat
·
Operasi
mata seperti lasik atau operasi katarak
·
Kekurangan
vitamin K atau kelainan pembekuan darah
Selain gejala di atas, beberapa faktor risiko bisa terjadi saat pecah
pembuluh darah pada mata. Dan, untuk perdarahan subkonjungtiva diantaranya,
diabetes, tekanan darah tinggi atau hipertensi, mengonsumsi obat pengecer darah
tertentu (seperti warfarin, coumandin jantoven) dan aspirin, serta gangguan
pembekuan darah.
Akan tetapi, Anda harus menghubungi dokter jika perdarahan subkonjungtiva
ini tidak kunjung hilang selama satu atau dua minggu. Selain itu, Anda pun
perlu ke dokter jika daerah yang terjadi perdarahan berubah warna, memar,
adanya perubahan pengelihatan atau tiba-tiba menjadi sakit atau seperti
tertusuk.
Selain perdarahan subkonjungtiva, ada dua jenis perdarahan lain yang
mungkin bisa terjadi pada mata Anda. Diantaranya:
1.
Hifema
Hifema adalah perdarahan yang terjadi pada iris dan pupil mata, yaitu pada
bagian mata yang berwarna hitam dan putih. Perdarahan terjadi ketika adanya
darah yang berkumpul antara iris, pupil dan kornea. Biasanya hifema terjadi
karena adanya kerusakan atau robekan pada iris atau pupil mata.
Selain itu, hifema pun bisa terjadi karena cedera mata yang disebabkan oleh
kecelakaan, jatuh, tergores, tercolok, ataupun dipukul dengan benda. Penyebab
lain hifema juga termasuk adanya infeksi pada mata terutama dari virus herpes,
pembuluh darah abnormal pada iris, masalah pembekuan darah, komplikasi setelah
operasi mata dan kanker mata.
Jenis perdarahan ini umumnya akan mempengaruhi pengelihatan pada mata, bisa
sebagian atau menutup seluruh pengelihatan Anda. Jika tidak diobati, cedera
pada mata iini akan menyebabkan Anda kehilangan pengelihatan secara permanen atau selamanya. Gejala yang timbulkan saat
Anda menderita hifema antara lain:
·
Sakit
mata
·
Terlihat
adanya darah pada daerah pupil, iris, ataupun kedua daerah tersebut
·
Darah
mungkin tidak terlihat jika hifema sangat kecil
·
Pengelihatan
kabur atau tidak terlihat sama sekali
·
Kekaburan
di mata
·
Sensitivitas
terhadap cahaya
2.
Jenis Perdarahan yang Lebih Dalam
Maksudnya adalah perdarahan pada bagian mata yang lebih dalam atau berada
di belakang mata, biasanya tidak terlihat di permukaan. Namun, hal ini terkadangan
bias menyebabkan mata menjadi merah. Karena pembuluh darah yang rusak dan pecah
serta adanya komplikasi lainnya dapat menyebabkan adanya perdarahan di dalm
bola mata. Jenis-jenis perdarahan mata meliputi:
·
Perdarahan
vitreous, dalam cairan mata
·
Perdarahan
subretinal, di bawah retina
·
Perdarahan
submakular, di bawah makula yang merupakan bagian dari retina
Beberapa gejala yang muncul akibat perdarahan jenis ini, seperti
pengelihatan menjadi kabur, melihat kilatan cahaya yang dikenal sebagai photopsia,
pengelihatan memiliki warna kemerahan, perasaan tertekan atau ata terasa penuh
dan mata bengkak.
Jika Anda mengalami perdarahan pada mata karena pecahnya pembuluh darah
yang ada di mata, beberapa hal berikut bisa Anda lakukan di rumah untuk
meringankan gejala yang muncul.
·
Gunakan
obat tetes mata yang telah direspkan oleh dokter
·
Periksa
tekanan daran Anda secara teratur di rumah
·
Beristirahat
dengan cukup
·
Topang
kepala Anda di atas bantal untuk membantu mengeringkan mata setekah di tetes
obat
·
Hindari
terlalu banyak aktivitas fisik
·
Periksakan
mata secara teratur
·
Sering-seringlah
membersihkan dan mengganti lensa kontak
Hindari tidur dengan lensa kontak
Pecah Pembuluh Darah di Mata, Ini Penyebabnya!
Reviewed by Anonymous
on
July 28, 2020
Rating:

No comments: