Selain Bakteri Berbahaya, Ini Bahaya Mandi Bola Lain


Setiap kali berkunjung ke pusat perbelanjaan atau restoran cepat saji, selain barang belanjaan dan makanan yang menarik, juga ada aktivitas seru yang bisa anak Anda lakukan yaitu bermain di kolam mandi bola. Sayangnya, walaupun kolam mandi bola terlihat seru dan menyenangkan, bahaya mandi bola dapat mengancam kesehatan dan keselamatan si kecil. Misalnya saja, salah satu kecelakaan paling umum terjadi di kolam mandi bola adalah tabrakan antara dua atau lebih anak-anak. 


Menurut Komisi Keamanan Produk Konsumen, hal ini biasa terjadi terutama apabila ada salah satu atau dua anak yang bersembunyi di dalam tumpukan bola. Walaupun kebanyakan dari insiden ini hanya menimbulkan sedikit cidera seperti memar dan lebam, kecalakaan fatal dapat terjadi. Contohnya, pada tahun 1995, seorang anak muda tewas saat dia bersembunyi di bawah tumpukan bola-bola dan seorang anak lain melompat di atasnya tanpa mereke berdua sadari. Agar terhindar dari bahaya ini, pastikan Anda mengawasi si kecil dan pisahkan dia dari teman-temannya yang lebih tua dan berbadan besar, dan hanya bermain dengan yang seusianya. Si kecil juga disarankan untuk tidak memanjat peralatan agar menghindari terjatuh.

Selain risiko cidera akibat bertubrukan dengan anak lain, anak Anda juga rentan terpapar bakteri dan jamur berbahaya yang bersarang dan berkembang biak di dalam kolam mandi bola. Banyak penelitian dilakukan untuk memastikan kebersihan dan keamanan kolam mandi bola. Sayangnya, di klinik yang seharusnya bersih, kolam mandi bola dipenuhi oleh segala jenis kotoran seperti tanah, urin, dan kotoran serta muntahan manusia rentan mengenai si kecil. Bukan suatu hal yang mengherankan apabila bahaya mandi bola termasuk terdapat bakteri dan jamur penyebab penyakit bersarang di sana. Karyawan suatu tempat sering tidak membersihkan kolam mandi bola, dan hanya membersihkannya setiap beberapa minggu sekali. Penyakit-penyakit yang bisa anak Anda dapatkan, khususnya apabila dia memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, akibat bermain di dalam kolam mandi bola seperti infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, dan septikemia meningitis. 

Agar si kecil terhindar dari kuman dan penyakit, pastikan untuk mengawasi si kecil dan sarankan agar ia tidak terlalu dalam mengubur diri di bawah bola-bola. Para pembuat kolam mandi bola menyarankan agar kolam mandi bola dicuci paling tidak seminggu sekali. Walaupun demikian, pencucian seminggu sekali tidak serta merta menghilangkan kuman dan bakteri. Untuk itu, setelah si kecil bermain di kolam mandi bola, mandikan dia hingga bersih agar risiko terkena penyakit dapat diminimalisir.
Selain itu, ada legenda urban di masyarakat yang menyebutkan bahwa terdapat jarum suntik dan ular berbahaya di dalam kolam mandi bola. Walaupun tidak ada kebenaran dari cerita ini, para pengelola kolam mandi bola sering menemukan beberapa benda-benda seperti popok kotor serta sisa-sisa makanan di dalam tumpukan bola. Pastikan Anda selalu bertanya kepada pekerja atau pengelola kolam mandi bola apakah pada hari tersebut kolam sudah dibersihkan atau belum. Selain bahaya bakteri, cidera, dan benda-benda kotor di dalam kolam, si kecil juga rentan terkena bahaya lateks, terutama apabila ia sensitif dan memiliki reaksi alergi terhadap lateks. Lateks adalah sejenis protein yang ada di karet Bola-bola di kolam mandi bola terbuat dari plastic, akan tetapi bantalan lantai terbuat dari lateks. Pastikan anak Anda tidak memiliki alergi lateks ketika bermain agar terhindar dari bahaya mandi bola.

Selain Bakteri Berbahaya, Ini Bahaya Mandi Bola Lain Selain Bakteri Berbahaya, Ini Bahaya Mandi Bola Lain Reviewed by Anonymous on January 01, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.