Apakah
Anda memiliki masalah dengan jerawat? Jerawat dapat menjadi momok yang
menakutkan khususnya bagi para remaja yang peduli dengan penampilan mereka.
Tumbuhnya jerawat pada wajah dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang.
Jerawat adalah gangguan kulit yang umum terjadi, biasanya menimpa anak remaja
yang sedang mengalami masa pubertas atau berusia sekitar 12 hingga 24 tahun.
Dokter
kulit biasanya akan memberikan perawatan berupa obat resep dan krim serta gel
untuk mengatasi gejala jerawat. Namun, beberapa penelitian menunjukkan diet
yang sehat dan tepat dapat memerankan peran penting dalam mengurrangi
pertumbuhan jerawat. Beberapa bukti dari penelitian tersebut mengatakan bahwa
seseorang dapat mengurangi tumbuhnya jerawat dengan mengonsumsi asam lemak
omega 3, menghindari atau mengurangi produk-produk berbahan susu, dan
mengurangi makanan-makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi.
Hubungan Makanan dan Jerawat
Jerawat
akan tumbuh ketika pori-pori di kulit tersumbat oleh sel kulit mati dan bakteri.
Penyumbatan ini juga terjadi ketika tubuh terlalu banyak memproduksi sebum, zat
yang menjaga kulit agar tidak kering. Pori-pori yang tersumbat dapat
menyebabkan peradangan dan jerawat. Pada masa pubertas, tubuh akan memproduksi
hormon IGF-1 dalam jumlah yang lebih banyak. Beberapa penelitian menunjukkan
hormon IGF-1 dapat meningkatkan produksi sebum dan memperburuk kondisi jerawat.
Beberapa jenis makanan juga dapat meningkatkan kadar IGF-1 dalam tubuh.
Menghindari konsumsi makanan seperti produk susu, pasta, nasi putih, dan keju
atau yogurt dapat mengurangi peradangan karena jerawat.
Makanan Yang Perlu Dikonsumsi Saat Anda Berjerawat
Dengan
aneka makanan yang harus dihindari seperti disebutkan sebelumnya, lalu makanan
apa yang perlu Anda konsumsi saat berjerawat? Penelitian menunjukkan
makanan-makanan yang kaya asam lemak omega 3 dapat mengurangi peradangan dan
meringankan gejala akibat jerawat. Beberapa makanan yang kaya asam lemak omega
3 seperti ikan salmon dan sarden, telur, kacang kedelai dan produk-produk
kedelai seperti tahu dan tempe, bayam dan kale, serta daging sapi. Penelitian
untuk mengetahui seberapa efektif produk-produk tersebut dibutuhkan. Namun,
bukti-bukti menunjukkan bahwa makanan yang kaya akan antioksidan dan serat
dapat membantu melawan jerawat.
Meskipun
demikian, belum ada kejelasan hubungan makanan dan jerawat. Untuk sebab itu,
Anda perlu melakukan strategi tertentu untuk tahu makanan mana saja yang aman
dikonsumsi.
Perawatan Wajah Teratur Dapat Mengatasi Jerawat
Selain
memakan makanan yang kaya asam lemak omega 3, Anda dapat melawan jerawat dengan
melakukan perawatan secara rutin. Beberapa tips perawatan wajah yang bisa Anda
ikuti seperti:
·
Membasuh muka 2 kali sehari setelah beraktivitas atau
berolahraga
·
Keramas, terutama bagi Anda yang memiliki rambut
berminyak, dengan sampo secara rutin
·
Menggunakan produk-produk perawatan kulit dan kosmetik
yang lembut, bebas minyak
·
Hindari menyentuh, menggores, atau bahkan mengencet
jerawat
·
Hindari paparan sinar matahari dalam waktu yang lama
Menurut
Akademi Dermatologi Amerika, Anda juga perlu memperhatikan hubungan antara
stres dan jerawat. Stres dapat menyebabkan tubuh untuk memproduksi hormon
androgen, yang dapat menstimulasi kelenjar sebaceous di kulit. Kelenjar ini
kemudian akan memproduksi minyak lebih yang dapat menyebabkan jerawat.
Beberapa bukti menunjukkan
faktor makanan dapat mempengaruhi pertumbuhan jerawat pada orang. Meskipun
demikian, penelitian yang lebih konklusif masih tetap dibutuhkan. Perlu diingat
bahwa perubahan diet dan makanan saja tidak cukup dalam mengurangi jerawat.
Perawatan kulit tertentu masih dibutuhkan agar Anda terhindar dari jerawat yang
mengganggu. Kunjungi dokter kulit untuk informasi perawatan dan pengobatan
jerawat lebih lanjut.
Makan Makanan Yang Tepat Bisa Kurangi Jerawat?
Reviewed by Anonymous
on
January 01, 2020
Rating:
Reviewed by Anonymous
on
January 01, 2020
Rating:

No comments: