Mupirocin adalah antibiotik berbentuk krim dan salep yang digunakan untuk
mengatasi infeksi pada kulit. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan
bakteri.
Penggunaan salep dan krim Mupirocin harus dengan petunjuk dokter. Namun,
umumnya dokter menyuruh penderita infeksi kulit untuk mengoleskan salep atau
krim sebanyak tiga kali sehari pada area kulit terinfeksi yang sudah
dibersihkan dan dikeringkan.
Dosis dan jangka waktu penggunaan Mupirocin pun harus sesuai petunjuk
dokter. Gunakan sesuai resep meski gejala-gejala infeksi kulitnya sudah mulai
sembuh dalam beberapa hari.
Menghentikan penggunaan antibiotik seperti mupirocin yang terlalu cepat
bisa mengakibatkan terjadi infeksi kembali dan bakteri penyebab infeksi bisa
jadi resisten terhadap antibiotiknya sehingga butuh jenis obat yang lebih
keras. Bakteri penyebab infeksi kulit biasanya akan menghilang dari kulit
setelah 10 sejak penggunaan obat.
Infeksi kulit apa saja yang biasanya diresepkan obat mupirocin? Yang
sering adalah impetigo, folliculitis atau infeksi pada folikel rambut dan
infeksi-infeksi ringan lainnya pada kulit yang disebabkan oleh bakteri.
Impetigo adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus
aureus dan bakteri Streptococcus pyogenes. Infeksi kulit ini sering menyerang anak-anak
dan cepat sekali menular lewat kontak dengan penderita atau kontak dengan
permukaan benda yang terkontaminasi bakteri.
Gejala kulit terinfeksi adalah timbulnya
lepuh-lepuh yang mirip cacar air. Untuk mengatasinya, dokter akan meresepkan
salep 2% mupirocin untuk dioleskan ke area yang terkena infeksi, 3 kali sehari
selama 5-10 hari.
Folliculitis adalah infeksi pada folikel
rambut yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Pada kulit
terinfeksi akan timbul kejala berupa jerawat kemerahan.
Jika infeksi menyebar ke area yang lebih dalam
di folikel rambut maka akan terbentuk nanah dan jerawat jadi membesar serta
berisi nanah seperti bisul. Infeksi kulit ini seringnya terjadi pada area tubuh
yang banyak memiliki folikel rambut seperti wajah, kulit kepala, ketiak dan
selangkangan.
Folliculitis ringan biasa diobati dengan antibiotik
mupirocin, tapi kalau sudah parah dan banyak nanah akan butuh tindakan
mengeluarkan dan mengeringkan nanah yang dilakukan oleh dokter. Jerawat
folliculitis yang sering kambuh juga masih bisa diobati dengan mupirocin.
Beberapa efek samping yang karena menggunakan obat ini antara lain rasa
terbakar yang menyengat, kulit jadi kemerahan, urtikaria dan pruritus.
Sumber:
Gunakan Mupirocin untuk Atasi Infeksi Kulit
Reviewed by SehatQ
on
September 04, 2019
Rating:
Reviewed by SehatQ
on
September 04, 2019
Rating:

No comments: