Gangguan Mulut pada Bayi Selain Micrognathia

Micrognathia adalah kelainan rahang bawah pada bayi yang umumnya terjadi pada bayi yang sudah lahir atau saat anak dalam masa tumbuh-kembang.

Kelainan tersebut berupa bentuk rahang bawah yang terlilhat kecil atau pendek sehingga akan menjadi cekung.

Kondisi ini tentu saja akan membuat bayi akan susah meminum ASI dan mengunyah makanan yang tentu saja akan sangat berpengaruh pada tumbuh-kembang anak.

Hal demikian akan membuat orang tua risau dan khawatir sehingga yang harus dilakukan adalah segera menghubungi dokter untuk konsultasi dan selanjutnya melakukan tindakan medis berupa operasi pada anak atau pemberian alat bantu.

Masalah gangguan oral pada bayi bukan hanya kelainan rahang bawah. Ternyata ada banyak sekali gangguan oral pada bayi yang membuat bayi kesulitan mengonsumsi makanan dan minuman yang penting untuk masa pertumbuhannya.

Apa saja itu? Simak di bawah ini!

1. Celah pada langit-langit mulut dan bibir

Pada langit-langit mulut dan bibir manusia terdapat celah, dan apabila celah-celah tersebut mengalami gangguan, hal ini akan menyulitkan bayi untuk dapat menerima ASI dengan baik.

Hal ini dapat terlihat ketika bayi tidak dapat menutup rongga secara sempurna sehingga bayi tidak dapat mengisap ASI juga secara sempurna.

2. Rahang atau lidah tertarik

Ini adalah kondisi ketika menyusui timbul suara klik di rahang atau lidah bayi akibat pelekatan posisi bayi yang tidak benar.

Supaya pelekatan menjadi benar, Anda harus memastikan kepala dan leher bayi benar-benar sejajar.

Setelah itu belailah dan berikan tekanan pada lidah bayi dari ujung depan ke belakang. Cara lainnya adalah dengan menggunakan pelindung puting yang terbuat dari silikon yang fleksibel, dan bersifat jangka pendek saat menyusui.

3. Frenulum yang pendek

Kondisi gangguan oral pada bayi selain micrognathia lainnya adalah frenulum yang pendek atau disebut juga dengan lidah pendek.

Ini adalah kondisi lidah bayi menjadi pendek sehingga agak sulit menjangkau ASI walaupun dalam beberapa kasus bayi dalam kondisi seperti ini masih bisa menyusu.

Untuk mengatasi hal ini bayi perlu dipotong jaringan frenulum, jaringan yang menempelkan lidah bayi ke bagian bawah mulut melalui fretonomi.

4. Alur Pusat Lidah yang Bermasalah

Alur pusat lidah merupakan bagian yang cukup penting bagi bayi untuk bisa mendapatkan ASI sebab jika ada gangguan atau kurang stimulus, bayi akan kesulitan mendapat ASI sehingga hal tersebut akan memengaruhi tumbuh-kembang anak.

Untuk bisa mengatasinya, Anda perlu melakukan input proprioseptif, yaitu metode untuk mengajar reseptor sensorik di lidah supaya ada respons stimulus. Dalam hal ini Anda akan membutuhkan pelindung puting yang membuat puting kencang dan lurus sehingga memudahkan pelekatan pada bayi.

5. Gingival cysts

Ini adalah kondisi adanya benjolan berwarna putih yang terdapat di langit-langit mulut bayi. Selain di langit-langit mulut, benjolan juga muncul pada gusi bayi, dan kerap menyerupai gigi yang ingin tumbuh.

Ukuran benjolan adalah 1-3 mm. Meski begitu Anda tidak perlu khawatir sebab benjolan biasanya akan menghilang dalam beberapa minggu.

6. Seriawan

Bayi juga dapat mengalami seriawan seperti halnya orang dewasa. Biasanya hal ini disebabkan oleh bakteri yang mampir ke mulut bayi.

Penyebab lainnya adalah adanya benturan atau bayi tidak sengaja mengigit sesuatu serta kurangnya asupan vitamin C pada bayi.

Untuk mengatasi kondisi gangguan oral selain
micrognathia
ini adalah Anda dapat mengobati bayi dengan obat seriawan, perbanyak asupan vitamin C, dan lakukan vaksinasi.


Gangguan Mulut pada Bayi Selain Micrognathia Gangguan Mulut pada Bayi Selain Micrognathia Reviewed by SehatQ on January 14, 2022 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.