Alasan USG Bayi Kembar Tidak Terdeteksi

 

Kabar kehamilan bagi pasangan yang ingin punya anak sangatlah dinantikan. Kabar tersebut bisa berlipat memberikan kebahagiaan bilamana janin yang dikandung diprediksi kembar. Adapun untuk mengetahui apakah hamil kembar atau tidak, bisa dideteksi ketika melakukan ultrasonografi atau USG. Biasanya, kondisi kembar atau tidak ini dapat diprediksi lewat USG kalau usia kehamilan sudah memasuki pekan kesepuluh sampai kedua belas. Namun demikian, terdapat kasus yang mana hasil USG bayi kembar tidak terdeteksi.

Tentu saja hasil USG bayi kembar tidak terdeteksi ini memiliki berbagai asalan. Setelah dihimpun dari beberapa sumber, alasan yang paling banyak tak terprediksinya bayi kembar karena melakukan USG terlalu dini. Sebagai informasi, USG memang bisa dilakukan pada trimester pertama. Namun, hasilnya pun terkandung dari jenis atau metode USG-nya.

Misalnya, apabila ibu hamil melakukan USG transvaginal pada usia kehamilan enam sampai tujuh pekan, kemungkinannya hanya akan terlihat ada satu jabang bayi meskipun kondisi yang sesungguhnya ada dua janin. Oleh sebab itulah, sebagaimana sudah dikemukakan di awal, bayi kembar memungkinkan bisa terdeteksi kalau USG dilakukan ketika usia kehamilan sudah sepuluh sampai dua belas minggu.

Hal tersebut disarankan karena USG terlalu dini memang membuat hasilnya tidak akurat, sebab kondisi janin masih kecil. Oleh karena itu, agar benar-benar bisa memastikan kondisi janin, USG juga diperlukan ketika usia kehamilan sudah memasuki trimester kedua. Di sisi lain, supaya perkembangan janin tetap terpantau, USG bayi kembar juga diperlakukan ketika usia kehamilan memasuki trimester ketiga.

Rutin melakukan USG bayi kembar memang disarankan karena alasan lain janin kembar tak terdeteksi adalah minimnya melakukan kontrol kehamilan. Pemeriksaan rutin ini memang amat dibutuhkan karena selain agar bisa mengetahui kondisi perkembangan janin, ibu yang hamil kembar perlu dapat perhatian khusus sebab kehamilan kembar lebih berisiko.

Adapun untuk alasan lain USG bayi kembar hasilnya tidak terdeteksi adalah apabila janin berada di dalam kantung ketuban yang sama. Sebagai informasi, jika ibu hamil mengandung bayi kembar, maka kemungkinannya si buah hati lahir dengan kembar identik atau kembar fraternal. Nah, apabila kembar identik, maka bayi akan berada di dalam satu ketuban yang sama. Sementara kembar fraternal berada di ketuban yang terpisah. Terkait itu, bayi kembar fraternal yang lebih mudah terdeteksi.

Selain alasan-alasan yang sudah disebutkan, USG bayi kembar hasilnya tidak terdeteksi bisa juga dikarenakan fasilitas medis tidak memadai. Hal itu dikemukakan berdasarkan catatan yang dihimpun dari berbagai sumber. Di sisi lain, belum terdeteksinya bayi kembar bisa juga karena perkembangan bayi belum signifikan. Hal ini karena tenaga medis biasanya baru benar-benar meyakini apakah hamil kembar atau tidak jika usia kandungan sudah lebih dari dua puluh minggu. 

Hal tersebut karena pada usia kehamilan 20 pekan lebih, perkembangan janin sudah sangat pesat. Oleh sebab itu, hasil pemeriksaan apakah hamil kembar atau tidak bisa jauh lebih akurat. Namun demikian, USG bayi kembar bisa saja hasilnya benar-benar tak terdeteksi apabila terjadinya hidden twins. Adapun yang dimaksud dengan hidden twins adalah kondisi janin nan tersembunyi, sehingga ketika dilakukan pemeriksaan posisinya tidak terlihat. Ihwal tempat janin kembar tersembunyi ini bisa di celah rahim atau posisinya berada di belakang kembarannya.

Itulah alasan-alasan yang mungkin terjadi apabila USG bayi kembar hasilnya tidak terdeteksi. Dari keterangan yang telah dikemukakan, tentu untuk mengetahui hamil kembar atau tidak ialah dengan rutin memeriksa kandungan. Akhir kata, semoga apa yang telah disampaikan ini bisa membantu pembaca sekalian. Tentu disarankan agar pembaca mencari refensi tambahan.

Alasan USG Bayi Kembar Tidak Terdeteksi Alasan USG Bayi Kembar Tidak Terdeteksi Reviewed by SehatQ on January 16, 2022 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.