Jangan Khawatirkan Bentuk Payudara Setelah Lakukan Lumpektomi



Kanker payudara merupakan jenis kanker nomor satu yang menyerang wanita. Penyakit ini mengungguli kanker jenis lain, yakni kanker leher rahim atau servik. Yang ada di benak wanita, mungkin, kanker payudara akan membuat payudaranya hilang. Hal itu tidak salah, sebenarnya. Pasalnya, metode paling efektif untuk mengatasi kanker payudara saat ini adalah dengan masektomi atau lumpektomi.

Secara sederhana, masektomi atau lumpektomi dapat dimengerti sebagai prosedur medis yang melibatkan pembedahan. Pembedahan yang dimaksud dapat berarti mengangkat seluruh jaringan payudara atau hanya sebagiannya saja.

Masalah pilihan tersebut, dokter mungkin akan melakukan tindakan terbaik tergantung dengan kondisi sel-sel kanker yang ada di tubuh pasien. Andai masih di tahap awal dan sel-sel kanker itu belum banyak melakukan serangan terhadap jaringan payudara, mungkin dokter cukup melakukan lumpektomi yang tidak akan membuat pasien “kehilangan” payudaranya.

Pasalnya, lumpektomi hanya akan mengangkat jaringan payudara yang terserang, tanpa mengambil atau menghilangkan payudara. Namun, lumpektomi memiliki beberapa kelemahan potensial, seperti pasien masih harus menjalani terapi radiasi selama 5 hingga 7 minggu sebanyak 5 hari per minggu sebagai upaya memaksimalkan hasil yang didapat.

Sementara itu, jika kanker yang dialami pasien telah bergulir ke stadium lanjut dan telah banyak menggorogoti payudaranya, tidak ada jalan lain untuk melakukan masektomi. Ya, mastektomi adalah sebuah prosedur operasi untuk mengangkat seluruh payudara yang telah terserang sel kanker.

Prosedur ini merupakan antitesis dari lumpektomi. Ketika payudara pasien diangkat seluruhnya, itu berarti mengurangi kemungkinan sel kanker akan datang kembali. Akan tetapi, kembali lagi pada kenyataan bahwa pasien harus merelakan payudaranya.

·       Tidak Perlu Khawatir
Ketika seorang wanita menyadari akan kehilangan atau mengalami perubahan bentuk pada payudaranya, saat menjalani masektomi atau lumpektomi, tentu saja bakal memengaruhi kondisi psikologis mereka. Pasalnya, payudara merupakan sesuatu yang penting bagi wanita.

Selain memiliki fungsi biologis, seperti menyusui dan lain sebagainya, payudara juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosio-antropologis seorang wanita. Payudara merupakan bagian dari harga diri hingga kepercayaan diri mereka. Tak ayal jika kanker payudara merupakan mimpi buruk bagi hampir seluruh wanita.  

Namun, wanita yang mengidap kanker payudara tak perlu lagi khawatir ketika mereka dihadapkan oleh pilihan metode pengobatan; masektomi atau lumpektomi. Hal itu lantaran meski awalnya payudara mereka akan “hilang” atau berubah bentuk, tetapi saat ini dunia kedokteran telah memiliki solusinya.

Ya, solusinya adalah rekonstruksi payudara. Meski telah ada sejak lama, tetapi diyakini banyak yang belum menyadari akan hal ini. Seorang survivor kanker payudara bisa mengutarakan keinginannya untuk menjalani bedah rekosntruksi kepada dokter bedah onkologi (bedah kanker), atau bisa berkonsultasi langsung ke dokter bedah plastik yang biasa menangani rekonstruksi payudara.

Bila ukuran tumor masih kecil, bisa dilakukan rekonstruksi segera (immediate reconstruction). Keuntungannya, rekonstruksi bisa menggunakan kulit payudara sendiri. Bahkan pada beberapa kasus, puting payudara pun masih bisa dipertahankan. Dengan demikian, ‘hanya’ perlu mengambil jaringan dari bagian tubuh lain untuk mengisi payudara agar bentuknya kembali seperti semula.

Pada kasus di mana immediate reconstruction tidak mungkin dilakukan, maka pilihannya adalah delayed reconstruction. Setelah melakukan lumpektomi atau mastektomi, barulah operasi rekonstruksi dilakukan pada 6 bulan hingga 2 tahun kemudian.

Rekonstruksi jenis ini dilakukan bila ukuran tumor besar sehingga seluruh jaringan payudara harus diangkat tanpa disisakan sedikit pun. Ini merupakan operasi besar dan membutuhkan waktu lama, sehingga tidak mungkin rekosntruksi segera dilakukan. Operasi rekonstruksi baru bisa dilakukan setelah dokter menyatakan, bahwa tak ada lagi kanker yang tersisa di dalam tubuh.

Untuk masalah bentuk dan hasil dari rekonstruksi payudara setelah masektomi atau lumpektomi ini, pasien bisa berkonsultasi dengan dokter terkait. Biasanya, dokter bedah plastik akan meninjau dan mengupayakan hasil terbaik agar payudara yang direkonstruksi dapat menyerupai bentuk semula.

Jangan Khawatirkan Bentuk Payudara Setelah Lakukan Lumpektomi Jangan Khawatirkan Bentuk Payudara Setelah Lakukan Lumpektomi Reviewed by SehatQ on July 22, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.