Perlukah Hipnoterapi untuk Atasi Depresi?


Beberapa kasus yang menyebut hipnoterapi yang malah dapat memperburuk kondisi depresi oleh seseorang membuat metode terapi ini menjadi perbincangan media sosial. Disamping itu, orang yang mengidap depresi dan mendapatkan terapi ini justru tak ikut berkomentar.

Bagi sebagian orang yang turut melakukan terapi ini mengklaim mampu membuat perasaan menjadi kembali lega, tetapi tidak sedikit yang mengatakan sebaliknya. Dalam kasus yang parah, terapi ini justru dapat membuka luka lama yang belum tentu dapat untuk dilupakan dan dihadapi seseorang.

Kenapa Butuh Hipnoterapi?

Interaksi kompleks dengan faktor biologi, psikologi dan lingkungan bisa mengakibatkan timbulnya depresi pada diri seseorang. Hal ini secara langsung memperlihatkan bawha depresi yang muncul dipengaruhi banyak faktor. Bisa karena faktor genetik, trauma masa kecil, pola asuh orang tua dan lain sebagainya.

Metode terapi ini termasuk dalam tipe menggunakan hipnosis, artinya memasuki alam bawah sadar seseorang guna memberikan sugesti tertentu. Dalam kasus seseorang yang mengalami depresi, terapi ini bertujuan membuat seorang dapat untuk santai dan fokus.

Akan tetapi, meski sudah banyak yang melakukan terapi ini guna menghilangkan depresi, masih banyak orang yang mempertanyakan kebenaran dari fungsi terapi melalui hipnosis ini. Berikut pro dan kontra yang ditimbulkan dari penggunaan terapi tersebut.

Bagi yang pro dengan metode terapi ini mengklaim bahwa dapat untuk mengatasi kondisi medis tertentu, diantaranya seperti berhenti merokok, nyeri kronis, gangguan kecemasan, masalah konsentrasi, kebiasaan menggeretak gigi hingga irritable bowel syndrome (IBS).

Seseorang yang memiliki masalah seperti yang telah disebutkan di atas memiliki alasan tersendiri mengapa memilih melakukan terapi tersebut. Terapi hipnosis dipilih karena dianggap sebagai cara pengobatan aman dan sedikit menimbulkan efek samping pada tubuh.

Sebaliknya, sebagian pelaku yang tidak sependapat dengan penggunaan terapi ini lebih kepada cara seseorang melakukan terapi hipnosis. Mereka yang melakukan terapi ini biasanya sembarang dan tanpa mengikuti anjuran psikolog, karena hal tersebut dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Beberapa efek yang bisa ditimbulkan diantaranya adalah menciptakan memori yang salah, memunculkan rasa takut, menimbulkan rasa cemas dan amarah yang berlebihan. Kondisi ini akan semakin berbahaya apabila seseorang tidak dapat mengatasi efek samping tersebut, bahkan sampai menimbulkan keinginan bunuh diri.

Konsultasi Psikolog

Seseorang yang mengalami depresi tidak hanya sekadar mengeluarkan emosi negative yang muncul karena mengingat masa lalu. Hal ini bisa membongkar kisah-kisah lama bagi pengidap depresi untuk dapat menerima kenyataan masa lalu bukanlah sesuatu yang gampang atau pilihan yang tepat.

Munculnya depresi bisa karena faktor penyebab ketidakseimbangan antarzat yang berada di dalam otak. Jalin konsultasi yang baik dengan psikolog atau psikiater guna mengetaui masalah yang dialami sebagai patokan penyebab munculnya rasa depresi.

Meskipun hipnosis berfungsi sebagai cara yang mampu mengubah kebiasaan jangka panjang seseorang, tetapi terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan penggunaan dan cara kerja dari hipnosis itu sendiri.

Satu hal yang ditekankan apabila seseorang berniat melakukan hipnosis adalah secara perlahan menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri. Caranya pun gampang, misalnya seperti memulai percakapan singkat dengan orang lain. Kunci utama dari berhasilnya terapi hipnosis adalah adanya dorongan kuat dari dalam diri sendiri.

Hipnoterapi menjadi salah satu alternatif terapi yang sangat diandalkan banyak orang, terlebih yang tengah mengalami depresi. Namun, alangkah baiknya perlu konsultasi bersama psikiater atau psikolog sebelum menjalani terapi ini agar tidak salah dalam proses menjalaninya.

Perlukah Hipnoterapi untuk Atasi Depresi? Perlukah Hipnoterapi untuk Atasi Depresi? Reviewed by Anonymous on December 30, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.