Apakah Penderita Skizofernia Bisa Pulih Sepenuhnya?


Penyakit gangguan jiwa atau terkenal dengan sebutan skizofernia kerap kali bermula dari gangguan proses berpikir. Seperti cara bicara yang kurang bisa dimengerti, isi pikiran tidak sesuai realita disertai gangguan persepsi pancaindra atau halusinasi. Lantas, apakah orang yang menderita penyakit ini bisa pulih sepenuhnya?



Gejala penyakit ini kerap muncul ketika seseorang memasuki usia produktif, mulai dari remaja hingga dewasa muda, berkisar diantara umur 15 sampai 25 tahun. Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk menghindarinya adalah melakukan terapi sedini mungkin, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pemulihan

Rangkaian pemulihan dimulai dari terapi dengan obat-obatan, jika obat telah berkerja dengan baik ditandai dengan mendapat respons dari penderita, maka kondisi ini perlu dipertahankan secara berkala dan dispilin.

Setelah itu dilanjutkan dengan mengembalikan fungsi kognitif penderita, rangkaian pengembalian fungsi kognitif ini dilakukan hingga mencapai kondisi pemulihan yang sempurna. Hal itulah yang menjadi tujuan akhir dari pengobatan yang dilakukan.

Bila pasien berhasil kembali ke kondisi semula, pasien tidak akan bergantung lagi terhadap orang lain dan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa harus diawasi oleh orang lain. Hal ini diperlukan agar pasien dapat mencapai interaksi sosial yang baik.

Orang dengan Skizofernia (ODS) dikatakan recovery bila mengalami proses pemulihan dan fungsi kognitifnya kembali secara normal selama dua tahun. Tahap recovery sangat penting agar ODS tidak bolak balik ke rumah sakit. Jika sekali masuk rumah sakit, kambuhnya gangguan otak bakal lebih parah.

Keluarga merupakan faktor penentu ODS mampu mencapai pemulihan yang sempurna, tentunya juga dibarengi dengan faktor disiplin mengonsumsi minum obat. Namun, mimimnya pengetahuan mengenai gangguan kejiawaan sering membuat pasien ODS mendapat perawatan yang tidak tepat.

Hal ini berakibat pada gangguan yang semakin parah ketika dibawa ke dokter dan psikiater, jika pengobatannya terlambat membuat pengeluaran biaya menjadi lebih besar. Padahal terapi yang cepat dan tepat mampu membuat pengidap penyakit ini dapat hidup produktif.

Bisahkah ODS Sembuh?

Menurut ketua Seksi Skizofernia Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Ayu Agung Kusumawardhani menyebut gejala psikiotik awal penyakit ini mampu mengakibatkan ODS kesulitan berinteraksi serta menarik diri dari aktivitas sehari-hari.

Data dari Riskesdas tahun 2013 menunjukkan prevalensi gangguan jiwa berat termasuk di dalamnya penyakit gangguan jiwa ini mencapai angka 1,7 per mil atau 1 sampai 2 orang dari 1.000 warga di Indonesia mengidap penyakit ini. Dari banyaknya angka tersebut banyak yang mendapat pengobatan tepat.

Selain masih banyak, banyaknya pasien yang tidak mendapatkan penanganan tepat beribas pada kondisi para ODS yang sulit diterima kembali dalam lingkungan masyarakat. Menangani masalah ini, Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kemkes, dr Eka Viora memiliki cara khusus.

Selain upaya pengadaan obat-obatan yang menyeluruh ke pelosok daerah, ODS juga berhak diberlakukan secara manusiawi dan tanpa di pasung. Hal ini juga tertuang pada UU Kesehatan Jiwa yang telah disahkan. Masyarakat juga harus memberikan dukungan demi berhasilnya program tersebut.

Yang diharapkan dari disahkan UU Kesehatan Jiwa tersebut diharapkan adanya penanganan gangguan kejiwaan terutama pasien gangguan jiwa yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Mulai dari tahan edukasi, terapi hingga dukungan bagi ODS tersebut.

Para penderita skizofernia atau ODS sebenarnya mampu kembali normal jika mendapatka penanganan yang benar. Terapi yang dilakukan oleh ODS menjadi andalan untuk menyembuhkan ODS, namun perlu disiplin dalam proses pemulihannya.

Apakah Penderita Skizofernia Bisa Pulih Sepenuhnya? Apakah Penderita Skizofernia Bisa Pulih Sepenuhnya? Reviewed by Anonymous on December 30, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.