Ini Penyebab dan Gejala Hipotensi Ortostatik

Pastinya pernah sering mendengar atau melihat orang yang pingsan secara mendadak pada saat upacara di cuaca yang terik atau bahkan mengalami pusing dan kepala terasa ringan mendadak pada saat berdiri sesaat setelah bangun tidur. Bisa jadi itu adalah suatu gejala atau kondisi klinis yang dinamakan sebagai hipotensi ortostatik.
Sesuai dengan namanya, hipotensi adalah penurunan tekanan darah, sedangkan ortostatik adalah suatu kondisi yang terkait dengan posisi atau postur tubuh yang berdiri tegak. Oleh karena itu, hipotensi ortostatik adalah penurunan tekanan darah yang terjadi akibat perubahan posisi dari duduk atau berbaring ke posisi berdiri. Karena terkait posisi, seringkali hipotensi ortostatik disebut juga sebagai postural hypotension.


Penyebab hipotensi ortostatik
Pada umumnya hipotensi ortostatik hanya berlangsung dalam beberapa menit saja. Namun, pada kondisi tertentu hipotensi ortostatik dapat berlangsung lebih lama dan merupakan tanda-tanda dari keadaan serius yang mendasarinya. Berikut beberapa penyebab yang dapat menyebabkan terjadinya hipotensi ortostatik:
·         Dehidrasi atau kurang cairan.
·         Anemia atau kurangnya sel darah merah pembawa oksigen.
·         Kehamilan.
·         Gangguan atau serangan jantung.
·         Penyakit parkinson.
·         Kurang beraktivitas fisik.
·         Cuaca atau suhu yang panas di lingkungan sekitar.
·         Mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
·         Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.
·         Usia lanjut.
Pada kondisi-kondisi tersebut perubahan posisi yang juga disertai perubahan gravitasi mengakibatkan darah terpusat pada daerah kaki dan perut. Hal ini menyebabkan darah yang kembali ke jantung menjadi lebih sedikit dan tekanan darah menjadi turun.

Gejala yang dapat timbul pada penderita hipotensi ortostatik
Pusing dan kepala yang terasa ringan merupakan gejala yang umum dirasakan oleh penderita hipotensi ortostatik. Namun, selain pusing dan kepala yang terasa ringan terdapat beberapa gejala yang menyertai penderita hipotensi ortostatik seperti:
·         Pandangan kabur.
·         Merasa letih dan lemas.
·         Pingsan.
·         Kebingungan.
·         Mual.
·         Nyeri kepala.
·         Nyeri dada, leher, dan bahu.
Nah apabila anda merasa memiliki beberapa penyebab dan gejala seperti yang diuraikan di atas anda dapat berkonsultasi ke dokter. Melalui pemeriksaan fisik, pemeriksaan denyut jantung, dan beberapa pemeriksaan tambahan seperti tes darah, tes elektrokardiografi (EKG), dan tes ekokardiogram dokter dapat membantu anda untuk memastikan dan menemukan penyebab utama dari hipotensi ortostatik.
Ini Penyebab dan Gejala Hipotensi Ortostatik Ini Penyebab dan Gejala Hipotensi Ortostatik Reviewed by Anonymous on November 04, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.