Angin duduk merupakan istilah awam untuk kondisi
yang membahayakan yaitu serangan jantung atau infark miokard. Mengapa kondisi
sebahaya ini dapat disebut sebagai angin duduk? Hal ini dikarenakan kondisi ini
sering disertai gejala seperti masuk angin.
![]() |
| angin duduk |
Angin duduk terjadi bila aliran darah ke jantung
terhambat akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Aliran darah
yang terhambat ini dapat menyebabkan sel-sel otot jantung rusak hingga mati
sehingga fungsi pompa jantung menjadi terganggu.
GEJALA
ANGIN DUDUK
Berikut adalah beberapa gejala yang dapat terjadi
pada penderita angin duduk:
·
Nyeri
dada yang dapat dirasakan seperti sensasi ditindih, diremas, ditekan, atau
diinjak. Umumnya nyeri dada ini dirasakan di dada di sebelah kiri, tetapi dapat
menjalar ke lengan, leher, punggung, ataupun rahang.
·
Mual,
muntah, dan nyeri pada lambung.
·
Berkeringat
dingin.
·
Pusing,
badan lemas, hingga pingsan.
·
Sesak
napas.
·
Jantung
berdebar-debar.
Gejala ini timbul lebih dari 30 menit dan tidak
berkurang dengan istirahat. Perlu diingat, gejala angin duduk bervariasi mulai
tidak ada gejala sama sekali hingga kematian secara mendadak.
PENYEBAB
DAN FAKTOR RISIKO ANGIN DUDUK
Penyebab paling umum dari angin duduk adalah
penyumbatan pembuluh darah koroner oleh plak yang dikenal dengan istilah
aterosklerosis. Pada angin duduk, terjadi robekan plak yang melepaskan
kolesterol dan zat lain yang memicu proses penggumpalan darah yang akhirnya
menyumbat pembuluh darah. Spasme pembuluh darah yang disebabkan oleh penggunaan
rokok atau obat-obatan seperti kokain juga dapat menimbulkan terjadinya angin
duduk.
Umumnya, angin duduk sering terjadi pada
orang-orang yang memiliki faktor risiko di bawah ini:
·
Usia
di atas 45 tahun untuk pria dan di atas 55 tahun untuk wanita.
·
Memiliki
tekanan darah dan kolesterol yang tinggi.
·
Mengalami
obesitas dan diabetes mellitus.
·
Merokok
dan menggunakan obat-obatan seperti kokain dan amfetamin.
·
Memiliki
riwayat serangan jantung di dalam keluarga.
·
Stres.
Melihat beberapa faktor risiko yang telah
disebutkan, terdapat beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah
terjadinya angin duduk, seperti:
·
Berhenti
merokok dan mengurangi konsumsi alkohol.
·
Menjalankan
diet seimbang, berolahraga teratur, dan mengurangi stress.
·
Menjaga
tekanan darah, gula darah, dan kolesterol darah.
Sebelum angin duduk menyerang anda, penting bagi anda untuk melakukan
pemeriksaan berkala secara rutin untuk dapat mengendalikan faktor-faktor risiko
penyebab angin duduk.
Gejala dan Faktor Risiko Angin Duduk
Reviewed by Anonymous
on
November 19, 2019
Rating:
Reviewed by Anonymous
on
November 19, 2019
Rating:

No comments: