Hernia pada Bayi, Seperti Apa?

Hernia pada bayi yang berupa benjolan di sekitar pusat disebut sebagai hernia umbilikalis. Hernia umbilikalis disebabkan oleh adanya tali pusar yang merupakan penghubung antara ibu dan janin pada saat mengandung tidak menutup dengan sempurna setelah bayi dilakhirkan. Hal ini menyebabkan bagian dari usus atau jaringan lemak di sekitar mendorong area di sekitar pusar bayi sehingga terjadilah hernia umbilikalis.



Apa penyebab hernia pada bayi?

Penyebab hernia umbilikalis pada bayi hingga kini tidak diketauhi secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan angka kejadian hernia umbilikalis pada bayi seperti bayi yang lahir belum cukup bulan atau bayi prematur yang memiliki berat badan lahir rendah di bawah 1.5 kg.

Faktor risiko yang lain yaitu pada bayi yang mengalami obesitas dan batuk berkepanjangan. Selain faktor risiko dari bayi, ternyata ibu yang mengalami kehamilan dengan lebih dari satu janin (kembar dua, kembar tiga, atau lebih) juga memiliki risiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan hernia umbilikalis. Ternyata, mitos yang berkembang di masyarakat terkait cara dokter memotong tali pusar tidak berhubungan dengan kejadian hernia umbilikalis.

Seperti apa tanda-tanda hernia pada bayi?

Hernia umbilikalis nampak seperti benjolan di daerah pusar. Benjolan ini akan terlihat semakin jelas pada saat bayi tertawa, menangis, ingin buang air kecil, atau batuk. Sedangkan, pada saat bayi sedang beristirahat atau tidur, benjolan ini terlihat menyusut.

Pada dasarnya hernia umbilikalis bukan merupakan kondisi yang membahayakan dan tidak menimbulkan rasa sakit. Sekitar 90% hernia umbilikalis akan hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kondisi, orang tua harus membawa bayi ke dokter, seperti pada kondisi:
• Apabila hernia tidak hilang hingga anak menginjak usia 4 tahun.
• Apabila hernia disertai rasa nyeri dan nyeri tekan di daerah sekitar pusar.
• Apabila hernia menyebabkan muntah yang disertai ukuran benjolan yang membesar.
• Apabila benjolan hernia menjadi lebih besar atau berubah warna.

Apabila tanda-tanda bahaya tersebut muncul, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah hernia dapat dimasukkan kembali ke dalam perut dan apakah sudah ada tanda-tanda komplikasi dari hernia. Untuk mengobati hernia, umumnya dilakukan tindakan operasi yang membutuhkan waktu 20-30 menit dan bayi atau anak dapat diperbolehkan pulang satu hari setelah operasi dilakukan.

Hernia pada Bayi, Seperti Apa? Hernia pada Bayi, Seperti Apa? Reviewed by Anonymous on October 23, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.