Dibanding migrain atau vertigo, istilah sakit kepala cluster mungkin
lebih tidak familiar. Tetapi, bisa jadi kamu pernah merasakannya, namun tidak menyadarinya.
Sakit kepala cluster adalah sakit kepala luar biasa di satu sisi kepala
yang juga menimbulkan rasa sakit di sekitar mata. Penyakit ini biasanya
menghinggapi pria yang berusia 30 sampai 40 tahun.
Ketika kamu terserang sakit kepala cluster, kamu akan merasakan sakit
yang cepat dan mendadak. Rasa sakitnya akan sangat parah dan sering digambarkan
sebagai sensasi tajam, membakar, atau menusuk di satu sisi kepala.
Saking parahnya, rasa sakit itu akan terasa sampai wajah dan sekitar
mata. Kamu mungkin akan merasa ingin menggoyang-goyangkan kepala,
mondar-mandir, atau sampai membenturkan kepala ke dinding untuk menghilangkan
rasa sakit ini.
Serangan sakit kepala cluster biasanya berlangsung antara 15 menit
sampai 3 jam, tapi biasanya terjadi antara satu sampai delapan kali sehari.
Selain tanda-tanda di atas, gejala sakit kepala cluster lainnya ialah:
- - Mata merah dan berair
- - Pupil mata mengecil di satu sisi
wajah
- - Kelopak mata bengkak
- - Wajah berkeringat
- - Hidung tersumbat dan berair
Jika sakit kepala biasa bisa sembuh dengan minum obat pereda nyeri yang
gampang dibeli di warung seperti paracetamol atau ibuprofen, sakit kepala
cluster tidak bisa. Lalu, bagaimana cara mengobati sakit kepala cluster ini?
Tidak ada obat untuk mengobati sakit kepala cluster!
Meski begitu, gejala sakit kepala cluster dapat dikurangi dan
diperpendek dengan beberapa jenis obat dan teknik pengobatan tertentu,
misalnya:
-
Oksigen: cara yang efektif, aman, dan
terjangkau untuk mengurangi rasa sakit kepala cluster.
-
Anestesi lokal (lidokain): memberi
efek mati rasa dari anestesi lokal untuk meredakan nyeri saat sakit kepala
cluster menyerang.
-
Dihydroergotamine: satu-satunya obat
minum atau suntik yang efektif untuk meredakan sakit kepala cluster.
Cara paling baik agar kamu tidak terkena sakit kepala cluster ini adalah
dengan melakukan langkah pencegahan. Beberapa langkah tersebut antara lain
menghindari alkohol dan bahan kimia yang berbau kuat, (seperti parfum, cat,
atau bensin), berhenti merokok, dan tidak berolahraga saat cuaca terlalu panas.
Mengenal Sakit Kepala Cluster, Penyakit Langganan Pria Paruh Baya
Reviewed by SehatQ
on
September 29, 2019
Rating:
Reviewed by SehatQ
on
September 29, 2019
Rating:

No comments: