Cara Mengobati dan Mencegah Tuberkulosis, yang Penting untuk Dipahami

Sejak kecil, kamu mungkin telah sering mendengar penyakit TBC atau tuberkulosis. Saat bayi pun, kedua orangtua kamu juga biasanya telah memberikan vaksinasi TBC, yang disebut dengan vaksin
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Infeksi kerap menyerang paru-paru, namun dapat memengaruhi bagian tubuh lain. Penyakit ini merupakan infeksi yang menular, dan dapat menyebar melalui udara, saat penderita batuk dan bersin.
Terdapat dua jenis tuberkulosis, yakni tuberkulosis laten dan tuberkulosis aktif. Tuberkulosis laten berarti bakterinya ada di tubuh, namun berada dalam kondisi tidak aktif dan tidak menularkan. Sementara itu, pada penderita tuberkulosis aktif, bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menimbulkan gejala dan dapat pula menularkan.
Pengobatan tuberkulosis
Penderita tuberkulosis aktif harus menjalani pengobatan selama berbulan-bulan. Dengan konsumsi obat-obatan, diharapkan infeksi dapat diatasi serta mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Penderita tuberkulosis harus mengonsumsi antibiotik, selama enam sampai sembilan bulan tanpa putus.
Ada beberapa jenis obat, yang bisa diberikan untuk penderita tuberkulosis. Jenis obat dan lama pengobatan yang tepat bakan ergantung pada beberapa faktor penderita, seperti usia, kondisi kesehatan secara umum, kemungkinan resistensi obat, bentuk tuberkulosis (laten atau aktif) dan area infeksi di dalam tubuh.
Jenis obat yang paling umum diberikan dokter, untuk penanganan Tuberkulosis yakni:
Isoniazid
- Rifampisin (Rifadin, Rimactane)
- Ethambutol (Myambutol)
- Pyrazinamide
Ada beberapa efek samping obat tuberkulosis, yang walaupun tidak umum, dapat berpotensi berbahaya. Perlu kamu garisbawahi, semua obat Tuberkulosis dapat sangat beracun bagi jantung.
Apabila kamu mengonsumsi obat tuberkulosis, segera cari pertolongan dokter apabila mengalami hal-hal berikut:
Warna kuning pada kulit
- Urine gelap
- Demam yang berlangsung selama tiga hari atau lebih dan tidak memiliki penyebab yang jelas
- Mual atau muntah
- Hilangnya selera makan
Pencegahan tuberkulosis
Tentunya, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati, tidak terkecuali tuberkulosis. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, agar risiko tertular tuberkulosis dapat menurun. Cara yang harus kamu perhatikan, seperti vaksinasi, menjaga kebersihan diri dan badan, serta tidak mendekati orang yang terkena tuberkulosis.
Cara Mengobati dan Mencegah Tuberkulosis, yang Penting untuk Dipahami Cara Mengobati dan Mencegah Tuberkulosis, yang Penting untuk Dipahami Reviewed by SehatQ on September 24, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.