Bila Kelenjar Pituitari Terkena Tumor

Kelenjar pituitari adalah organ tubuh yang memproduksi begitu banyak hormon. Terletak di belakang batang hidung dan tersambung ke bagian dasar otak oleh sebuah ‘ranting’, organ yang sering disebut kelenjar master ini punya ukuran hanya sebesar kacang polong.
Masalah yang paling sering terjadi pada kelenjar pituitari adalah tumor. Umumnya tumor kelenjar pituitari muncul pada orang dewasa. Meski kelenjar ini letaknya bisa dibilang ada di otak, tetapi tumor kelenjar pituitari bukanlah tumor otak dan sangat-sangat jarang tumornya bisa berkembang menjadi kanker.
Jenis tumor kelenjar pituitari ada dua, yaitu functioning dan non-functioning. Tumor jenis functioning menyebabkan kelenjar pituitari memproduksi hormon dalam jumlah terlalu banyak sampai timbul gejala-gejala gangguan kesehatan pada tubuh.
Sedangkan tumor kelenjar pituitari jenis non-functioning tidak menyebabkan pengeluaran hormon tapi bisa juga menimbulkan keluhan fisik. Duda jenis tumor pasti menimbulkan masalah pada fungsi kelenjar pituitari. Jika ukuran tumor cukup besar bisa juga menimbulkan gangguan pada struktur otak yang letaknya dekat dengan kelenjar pituitari.
Pada umumnya akibat dari adanya tumor di kelenjar pituitari bisa dikategorikan menjadi tiga:
Hipersekresi, yaitu sekresi hormon yang berlebihan yang disebabkan oleh tumor jenis functioning.
Defisiensi hormon, yaitu produksi atau sekresi hormon yang jumlahnya terllau sedikit akibat ukuran tumor yang besar dan menghambat kemampuan kelenjar pituitari memproduksi hormon. Selain karena tumor, defisiensi hormon ini sebetulnya juga bisa terjadi akibat operasi kelenjar pituitari atau pengobatan radiasi tumor.
Dampak massa tumor, yaitu ketika ukuran tumor tumbuh makin besar sampai akhirnya menyebabkan tekanan pada kelenjar pituitari maupun bagian otak di sekitarnya. Gejala yang timbul antara lain sakit kepala dan masalah penglihatan.
Gejala-gejala tumor kelenjar pituitari terlalu banyak dan terlalu beragam. Selain sakit kepala dan masalah penglihatan, ada juga keluhan kelelahan, pusing, kulit kering sampai disfungsi seksual pada pria. Gejala juga sangat tergantung dari hormon apa yang terpengaruh oleh tumor kelenjar pituitari.
Jika tumor memengaruhi produksi hormon pertumbuhan, gejalanya bisa berupa penyakit gigantisme. Jika hormon prolactin yang terpengaruh, bisa jadi payudara perempuan memproduksi susu walau tidak hamil dan tidak menyusui, siklus menstruasi juga menjadi berantakan.
Kelebihan hormon pada pria bisa menimbulkan gejala payudara pria yang membesar. Gejala-gejala tumorkelenjar pituitari tersebut berisiko menimbulkan komplikasi kesehatan yang serius.
Pengobatan tumor kelenjar pituitari akan tergantung dari jenis dan ukuran tumor, gejala-gejala apa saja yang ditimbulkan, usia penderita serta kondisi kesehatannya secara umum.
Bila Kelenjar Pituitari Terkena Tumor Bila Kelenjar Pituitari Terkena Tumor Reviewed by SehatQ on September 24, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.