Mengenal Prolaps Tali Pusat yang Membahayakan Janin



Ada risiko komplikasi kehamilan yang terjadi pada janin maupun ibu yang hendak melahirkan. Salah satu masalah yang cukup jarang terjadi tapi berisiko tinggi adalah prolaps tali pusat. Kondisi dimana tali pusat janin keluar terlebih dahulu dibandingkan bayinya. Ketika hal ini terjadi, maka harus segera dilakukan proses persalinan untuk mengurangi risikonya. Jika tidak, ada kemungkinan risiko yang fatal berupa kerusakan pada fungsi otak hingga terjadinya kematian.

Jika Anda amati, tali pusat memiliki bentuk seperti sebuah selang fleksibel penghubung antara bayi dan ibunya. Melalui tali pusat inilah janin di dalam kandungan bisa mendapatkan nutrisi dan melakukan pembuangan sisa aktivitas perkembangan janin.

Penyebab Prolaps Tali Pusat

Menurut sebuah situs bernama American Pregnancy, masalah tali pusat ini merupakan  komplikasi ketika tali pusat keluar lewat serviks sebelum bayi keluar sepenuhnya. Permasalahan ini tidak hanya terjadi pada ibu melahirkan saja, melainkan saat masa kehamilan. Ketika permasalahan ini terjadi, maka bisa mengakibatkan proses persalinan yang terganggu dan tidak lancar. 

Namun, jangan terlalu khawatir dengan masalah komplikasi prolaps tali pusat. Sebab kejadian ini tergolong sangat jarang terjadi dan tingkat perbandingannya 1:620. Artinya, setiap 620 ibu bayi yang melahirkan, hanya ada 1 kasus komplikasi tali pusat keluar lebih dulu. Berikut ini beberapa penyebabnya:

  • Kondisi kelahiran yang prematur atau janin keluar lebih cepat dari prediksi masa kehamilan yang seharusnya.

  • Melahirkan kembar atau lebih dari satu bayi dalam satu waktu persalinan.

  • Hidramnion atau kondisi ibu bayi yang kelebihan air ketuban.

  • Kaki bayi keluar lebih dulu ketika persalinan berlangsung atau disebut juga dengan sungsang.

  • Kondisi alami tali pusat yang jauh lebih panjang dibandingkan kondisi yang normal.

  • Gerakan janin sangat aktif dan mengakibatkan tali pusat jadi terhimpit.

  • Premature rupture of the membrane atau kondisi ketuban yang pecah sebelum waktunya.

Risiko yang Muncul Akibat Prolaps Tali Pusat

Ketika bayi mengalami permasalahan komplikasi berbahaya ini, maka ada beberapa risiko yang terbilang sangat berbahaya. Berikut ini beberapa risikonya:

  • Aliran oksigen menuju ke janin terputus total.

  • Kerusakan bagian otak pada janin.

  • Bayi lahir dalam kondisi mati karena terganggunya tali pusat.

  • Bayi mengalami detak jantung yang lemah.

  • Bayi mengalami tekanan darah yang turun dan lemah.

  • Tingkat akumulasi kandungan karbondioksida pada darah bayi tinggi.

Dari semua beberapa risiko yang bisa terjadi akibat prolaps tali pusat, keseluruhannya tergantung dari seberapa lama kondisi komplikasi tersebut terjadi. Semakin lama dan tidak ditangani dengan baik, maka jumlah risiko yang terjadi juga semakin tinggi. Misalnya, aliran darah dan oksigen ke bayi terganggu dalam waktu yang lama, maka menyebabkan kerusakan pada bagian otak yang lebih parah.

Penanganan

Ada satu hal yang harus dilakukan ketika prolaps tali pusat terjadi, yaitu dengan melakukan amnioinfusion. Cara tersebut berupa tindakan injeksi cairan saline dengan suhu ruang menuju ke uterus ketika proses persalinan berlangsung. Amnioinfusion diharapkan dapat menurunkan tekanan pada tali pusat. Apabila kondisi masih ringan, biasanya penanganan dilakukan dengan memberikan suplai oksigen pada ibu bayi supaya aliran darah tetap terjaga. Sementara itu, apabila kondisinya semakin parah maka dilakukan pengawasan secara intens supaya dapat memantau perkembangan janin dengan baik.

Prolaps tali pusat memang berisiko mengancam keselamatan dan masa depan janin. Namun, kasus ini terbilang langka dan jarang terjadi. Meski begitu, Anda dianjurkan untuk tetap waspada dan berkonsultasi ke dokter saat menemui kekhawatiran dan masalah kesehatan selama masa kehamilan.


Mengenal Prolaps Tali Pusat yang Membahayakan Janin Mengenal Prolaps Tali Pusat yang Membahayakan Janin Reviewed by SehatQ on November 04, 2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.