Ketahui Cara Membedakan Kontraksi Palsu dan Asli

Ketahui Cara Membedakan Kontraksi Palsu dan Asli

Jika Anda baru merasakan kehamilan anak pertama, mungkin hari-hari mendekati tanggal persalinan akan diselimuti dengan kecemasan. Apalagi saat sudah memasuki usia kehamilan 4 bulan, Anda mungkin akan merasakan bahwa rahim Anda mulai berkontraksi dari waktu ke waktu. Kontraksi ini dikenal dengan nama kontraksi palsu atau kontraksi Braxton-Hicks.

Kontraksi palsu dapat ditandai dengan adanya kontraksi yang datang dan pergi sewaktu-waktu tanpa pola yang teratur, serta biasanya terjadi dalam dua hingga empat minggu terakhir sebelum tanggal jatuh tempo Anda. Kontraksi palsu dapat terasa seperti perut bagian bawah menjadi kencang. Namun, tingkat intensitas atau ketetannya bisa berbeda-beda. Anda mungkin tidak begitu memperhatikan kontraksi palsu yang ringan, tapi kontraksi palsu yang kuat bisa membuat Anda sampai terengah-engah.

Beberapa wanita yang merasakan kontraksi palsu merasa bahwa rasanya seperti kram menstruasi. Namun, tidak seperti kontraksi persalinan yang sebenarnya, kontraksi palsu tidak saling berdekatan. Gejalanya bisa datang dan pergi, terasa lebih lemah atau lebih kuat, bahkan tanpa pola apapun.

Kontraksi palsu dapat terasa sedini mungkin bahkan saat usia kehamilan Anda mencapai 6 minggu. Ada juga yang mengatakan bahwa kemungkinan Anda tidak akan merasakan kontraksi palsu sampai Anda mencapai usia kehamilan trimester kedua atau ketiga. 

Pada umumnya, kontraksi akan jarang terjadi, atau hanya terjadi beberapa kali sehari. Namun, saat Anda sudah memasuki trimester ketiga dan semakin mendekati waktu persalinan, maka kontraksi palsu dapat terjadi beberapa kali dalam satu jam, bahkan selama berjam-jam.

Kontraksi palsu dapat terjadi secara teratur selama Anda hamil dan bermanfaat untuk membantu tubuh agar mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi proses persalinan. Terlepas dari frekuensinya, kontraksi palsu cukup normal dan dapat membantu Anda untuk mengetahui lebih banyak mengenai apa saja yang harus dipersiapkan saat proses persalinan.

Penyebab Terjadinya Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu dapat terjadi selama trimester kedua dan ketiga dalam kehamilan. Kontraksi palsu dapat terjadi saat otot rahim menjadi kencang dan mengendur, dan frekuensinya dapat meningkat saat mendekati tanggal jatuh tempo persalinan. Hingga kini masih belum diketahui dari penyebab terjadinya kontraksi palsu. Namun, ada beberapa pemicu yang membuat Anda mengalami kontraksi palsu, yaitu:

Melakukan Aktivitas Tertentu

Anda mungkin bisa mengalami kontraksi palsu usai melakukan aktivitas yang berat, seperti olahraga berat.

Melakukan Hubungan Seksual

Orgasme yang dihasilkan saat melakukan hubungan seksual dapat membuat rahim menjadi berkontraksi. Hal ini disebabkan karena tubuh dapat memproduksi oksitosin usai orgasme. Hormon oksitosin dapat memicu otot seperti rahim untuk berkontraksi. Selain itu, air mani dari pasangan Anda juga memiliki kandungan prostaglandin yang dapat memicu terjadinya kontraksi palsu.

Dehidrasi

Ibu hamil membutuhkan asupan sebanyak 10 hingga 12 gelas cairan setiap hari.

Kandung Kemih yang Sudah Penuh

Kandung kemih yang penuh dapat menekan rahim sehingga menimbulkan kontraksi atau kram.

Kontraksi Persalinan Asli

Kontraksi asli dapat terjadi saat tubuh mulai melepaskan hormon oksitosin yang bertugas untuk merangsang rahim agar bisa mulai berkontraksi. Pada umumnya, kontraksi asli dimulai sekitar minggu ke-40 kehamilan. Selain itu, kontraksi asli yang sudah dimulai sebelum usia ke-37 minggu dapat diklasifikasikan sebagai persalinan prematur.

Kontraksi asli akan membuat bagian atas rahim menjadi kencang yang dapat mendorong bayi ke bawah menuju jalan lahir yang sudah bersiap untuk kelahirannya. Selain itu, kontraksi nyata juga dapat membantu menipiskan serviks sehingga membantu bayi melewatinya. 

Perbedaan Kontraksi Palsu dan Asli

Agar Anda bisa mendeteksi apakah kontraksi yang Anda alami palsu atau tidak, Anda bisa mengetahuinya dengan penjelasan sebagai berikut.

Waktu Kontraksi

Kontraksi palsu terjadi pada awal trimester kedua, tapi terjadi lebih sering khususnya pada trimester ketiga. Sedangkan kontraksi asli terjadi setelah minggu ke-37.

Frekuensi Kontraksi

Kontraksi palsu dapat terjadi dari waktu ke waktu, tanpa ada pola yang teratur. Sedangkan kontraksi asli muncul secara berkala, semakin dekat dari waktu ke waktu.

Rasa Sakit yang Ditimbulkan

Kontraksi palsu terasa seperti sensasi kencang atau meremas, tapi biasanya tidak menyakitkan. Namun, untuk kontraksi nyata, kram akan datang bergelombang, mulai dari bagian belakang dan ke depan, serta semakin lama semakin intens dan menyakitkan.


Ketahui Cara Membedakan Kontraksi Palsu dan Asli Ketahui Cara Membedakan Kontraksi Palsu dan Asli Reviewed by SehatQ on November 07, 2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.