Tali Pusar Bayi Bernanah, Apa Penyebabnya?
Tubuh bayi yang baru lahir masih sangat sensitif sehingga rentan terserang penyakit. Termasuk gangguan kesehatan dimana tali pusar bayi bernanah. Kondisi tentunya akan membuat orangtua merasa khawatir.
Pada kondisi normal, tali pusar pada bayi akan kering dan lepas dengan sendirinya. Kondisi ini akan terjadi setelah 1 minggu bayi lahir. Tetapi ada pula bayi yang tali pusarnya lepas di usia 10-14 hari.
Tali pusar bayi bernanah bisa disebabkan oleh beberapa gangguan kesehatan. Sehingga orangtua perlu memperhatikan kebersihan si kecil.
Tali pusar yang tidak dijaga kebersihannya akan rentan terserang bakteri dan juga jamur. Berikut ini beberapa penyebab tali pusar bayi bernanah.
Penyebab tali pusar bayi bernanah
Tali pusar bayi bernanah bisa terjadi karena penanganan yang tidak tepat saat bayi lahir, sehingga mudah terjadi infeksi.
Infeksi jamur
Infeksi jamur bisa membuat tali pusar bayi bernanah jika sudah parah. Infeksi ini disertai dengan gejala seperti nyeri dan rasa terbakar. Kondisi ini biasanya ditimbulkan oleh jamur candida.
Jamur ini bisa berkembang di area yang lembap dan hangat, salah satunya pusar. Dengan begitu, ibu perlu menjaga kebersihan si kecil agar terhindar dari jamur.
Infeksi bakteri
Selain itu, tali pusar bayi yang bernanah juga bisa disebabkan infeksi bakteri. Gangguan kesehatan ini biasanya akan disertai dengan rasa nyeri, pusar bengkak, hingga cairan kuning.
Cairan nanah pada jaringan yang meradang ini juga bisa memicu bau busuk di area pusar. Bakteri anaerob yang menyebabkan munculnya bau busuk di bagian tersebut.
Apabila kondisi infeksi sudah parah, maka akan mudah meluas ke area kulit di sekitar tali pusar. Dampaknya kulit akan merah, tampak keras, hingga membuat area perut mengalami pembengkakan.
Untuk menghindari kondisi ini, orangtua perlu merawat tali pusar bayi agar terjaga kebersihannya. Selain itu, tali pusar yang mengalami infeksi juga akan memicu demam pada bayi. Bahkan akan membuat bayi tak nyaman dan rewel.
Perawatan tali pusar bayi
Perawatan tali pusar bayi bisa dilakukan dengan beberapa langkah. Seperti selalu dibersihkan dengan kain kasa kering dan steril yang dibasahi dengan alkohol atau air bersih hangat dan matang.
Bersihkan dari pangkal tali pusar ke bagian ujung. Lalu keringkan dan balut tali pusar dengan kasa kering. Saat memakaikan popok pada bayi jangan sampai terkena daerah tali pusar agar tidak iritasi.
Tali pusar juga sebaiknya jangan ditutup dengan gurita atau plester. Hal ini bisa memicu iritasi pada pusar. Ibu juga sebaiknya menghindari pemakaian salep atau obat-obatan lain tanpa adanya anjuran dokter.
Bahan-bahan seperti minyak, bedak, hingga jamu-jamuan juga perlu dihindari karena akan membuat bagian ini lembap dan basah. Saat memandikan bayi, usahakan tali pusar tidak terkena air.
Saat membersihkan tali pusar juga sebaiknya tidak menggunakan sabun. Usahakan tali pusar tidak tertutup popok sehingga tidak terkena air seni ataupun feses bayi. Ibu juga bisa memilih pakaian yang agak longgar untuk bayi agar tali pusar tidak mengalami gesekan. Saat membersihkannya, pastikan tangan ibu sudah bersih.
Apabila tali pusar sudah mengalami infeksi hingga bernanah, sebaiknya segera lakukan konsultasi pada dokter.
Dengan pemeriksaan medis secara menyeluruh akan memudahkan untuk mengetahui penyebab dan melakukan penanganan yang tepat. Jika tali pusar bernanah disebabkan oleh infeksi bakteri biasanya akan diberi antibiotik. Begitu pula jika kondisi ini disebabkan oleh jamur, maka akan diberikan obat anti jamur.
Sebagai ibu muda, mungkin kamu akan bingung mengatasi hal ini. Namun, pastikan tetap tenang dan tidak panik, ya.
Rutin bersihkan nanah yang keluar dari tali pusar bayi, lalu menemui dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Reviewed by SehatQ
on
September 10, 2021
Rating:

No comments: