Erlamycetin merupakan salah satu obat tetes telinga yang mengandung chloramphenicol. Chloramphenicol merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi secara luas. Erlamycetin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang rentan. Erlamycetin bekerja dengan cara menghambat pembentukan protein yang dibutuhkan oleh bakteri untuk membentuk dinding sel bakteri.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, erlamycetin bisa digunakan untuk obat tetes telinga. Namun, sebenarnya tidak hanya untuk telinga, erlamycetin tetes telinga juga bisa digunakan untuk mengobati infeksi yang terjadi di mata.
Di bawah ini dijelaskan beberapa jenis erlamycetin yang bisa digunakan untuk tetes telinga dan obat infeksi mata.
Erlamycetin Salep Mata
Golongan: Obat Keras.
Kelas Terapi: AntiInfeksi dan Antiseptik mata.
Kandungan: Chloramphenicol 1%
Bentuk: Salep Mata.
Satuan Penjualan: Tube
Kemasan: Box, Tube @ 3.5 gram
Farmasi: Erela PT
Erlamycetin Tetes Telinga
Golongan: Obat Keras.
Kelas Terapi: AntiInfeksi dan Antiseptik mata.
Kandungan: Chloramphenicol 1%
Bentuk: Cairan Tetes Telinga
Satuan Penjualan: Botol Tetes
Kemasan: Box, Botol Tetes @ 10 ml
Farmasi: Erela PT
Erlamycetin Suspensi
Golongan: Obat Keras.
Kelas Terapi: AntiInfeksi dan Antiseptik mata.
Kandungan: Chloramphenicol 125 mg/ 5 ml
Bentuk: Suspensi
Satuan Penjualan: Botol
Kemasan: Box, Botol @ 60 ml
Farmasi: Erela PT
Erlamycetin Tetes Mata
Golongan: Obat Keras.
Kelas Terapi: AntiInfeksi dan Antiseptik mata.
Kandungan: Chloramphenicol 5 mg
Bentuk: Tetes Mata.
Satuan Penjualan: Botol Tetes.
Kemasan: Botol Tetes 10 mL.
Farmasi: Erela PT
Dosis & Cara Penggunaan Erlamycetin
Erlamycetin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter.
Erlamycetin Tetes Mata
Teteskan 1-2 tetes Erlamycetin Tetes Mata pada mata yang sakit sebanyak 6 kali sehari atau lebih sering sesuai kebutuhan. Durasi pengobatan: 5 hari.
Erlamycetin Salep Mata
Oleskan salep sekitar 1 cm ke mata yang sakit setiap 3-4 jam, atau lebih sering sesuai kebutuhan. Lanjutkan pengobatan setidaknya selama 48 jam setelah penyembuhan total.
Erlamycetin Tetes Telinga
Teteskan 3-4 tetes Erlamycetin pada telinga yang sakit sebanyak 2-3 kali sehari selama 1 minggu.
Erlamycetin Suspensi
Dosis: 50 mg / kg berat badan perhari dalam 4 dosis terbagi.
Meningitis atau infeksi berat akibat organisme yang resisten sedang: diberikan dosis hingga 100 mg / kg berat badan perhari dalam 4 dosis terbagi, kurangi dosis segera setelah muncul indikasi perbaikan secara klinis. Lanjutkan pengobatan setelah suhu pasien kembali normal selama 2-4 hari pada penyakit riketsia dan 8-10 hari pada demam tifoid.
Efek Samping Erlamycetin
Efek samping penggunaan Erlamycetin yang mungkin terjadi adalah:
Reaksi hipersensitivitas termasuk ruam
Demam
Angioedema (Pembengkakan tanpa nyeri di bawah kulit, yang dipicu alergi terhadap bulu binatang, serbuk sari, obat-obatan, racun, makanan, atau pengobatan)
Mual, muntah
Sakit kepala
Perih dan iritasi sementara (tetes mata)
Ototoksisitas (gangguan pada fungsi pendengaran)
Demikian penjelasan mengenai erlamycetin sebagai obat tetes telinga dan infeksi mata. Perlu diketahui, bahwa dalam penyimpanannya tidak bisa sembarangan lho! Sebagai contoh, erlamycetin tetes telinga dan mata harus disimpan pada suhu antar 2-8 derajat celcius, jangan dibekukan, dan lindungi dari cahaya. Adapun untuk erlamycetin suspensi dan salep mata harus disimpan pada suhu kurang dari 25 derajat celcius. Semoga artikel ini dapat membantumu memahami Erlamycetin sehingga tidak salah dalam penggunaannya.
Reviewed by SehatQ
on
June 01, 2021
Rating:

No comments: