Macam-macam Pengobatan TBC: Mulai dari Antibiotik hingga Obat Herbal TBC

 TBC atau tuberkulosis adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru manusia. Tidak banyak orang tahu, bahwa TBC terbagi menjadi dua jenis, yaitu aktif dan laten. Perbedaannya, yaitu seseorang dikatakan menderita TBC aktif ketika mengalami gejala. Sementara itu, TBC laten merujuk pada individu yang terinfeksi bakteri TBC, namun tidak memiliki gejala dan tidak menular.



Cara mengobati TBC yang tepat sebenarnya terletak pada diagnosis jenis TBC itu sendiri, apakah laten atau aktif. Dalam dunia medis, pembagian macam-macam pengobatan TBC, diketahui sebagai berikut:


  1. Pengobatan TBC aktif


Seseorang yang mengalami TBC aktif akan diresepkan sejumlah antibiotik yang harus dikonsumsi selama 6-9 bulan lamanya. Jenis obat yang perlu dikonsumsi, yaitu:


  • Isoniazid

  • Rifampin

  • Pyrazinamide

  • Ethambutol


Sebelum meresepkan obat di atas, dokter akan melakukan tes terhadap pasien terlebih dulu untuk mengetahui jenis bakteri TBC yang menginfeksi tubuh pasien. Setelah hasil tes diketahui, dokter mungkin akan memberikan 3-4 jenis obat untuk dikonsumsi selama dua bulan. Lalu, jumlah obat akan dikurangi dan perlu dikonsumsi selama 4-7 bulan.


  1. Pengobatan TBC laten


Sebagai catatan, TBC laten berpeluang berubah menjadi TBC aktif jika tidak ditangani secara tepat. Pilihan obat antibiotik yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk pengobatan TBC laten , yaitu:


  • Isoniazid

  • Rifampin

  • Isoniazid dan rifapentine


  1. Pengobatan TBC jika resisten antibiotik


Beberapa pasien resisten terhadap obat antibiotik. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi antibiotik yang perlu diatasi dengan kombinasi obat lain dan durasi konsumsi obat yang lebih panjang, sekitar 20-30 bulan. Jenis obat yang biasanya diberikan pada pasien resistensi antibiotik, yaitu:


  • Antibiotik suntik: amikacin, capreomycin, dan kanamycin

  • Antibiotik fluoroquinolone

  • Antibiotik lain: ethionamide, asam salisilat, para-amino, bedaquiline


Pilihan obat herbal TBC

Konsumsi antibiotik adalah pengobatan TBC yang paling utama. Meski begitu, terdapat beberapa penelitian yang menyatakan bahwa obat herbal TBC juga efektif membantu mengurangi gejala, bahkan mencegah timbulnya tuberkulosis. Rekomendasi obat herbal TBC tersebut, yaitu:


  1. Mimba


Tahukah Anda tanaman pohon mimba? Jenis pohon mimba ini biasanya banyak ditemukan di tepi jalanan. 


Dalam hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Nuts & Seeds in Health and Disease Prevention, menyebutkan bahwa, minyak biji mimba memiliki senyawa nimbidin dan azadirachtin yang bersifat antimikroba. Itu artinya, minyak biji mimba dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab TBC. 


Selain itu, berdasarkan penelitian lain dalam jurnal Indonesia Journal of Cance Chemoprevention, menyebutkan bahwa ekstrak kulit kayu batang pohon mimba juga dapat digunakan sebagai obat herbal TBC yang bekerja menghambat pertumbuhan bakterinya.


  1. Bawang putih


Tentu Anda sudah tidak asing dengan herbal yang satu ini. Bawang putih ternyata dapat digunakan sebagai obat herbal TBC, karena kandungan di dalamnya yang bersifat mikrobakterial. 


Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah riset yang diterbitkan dalam Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, yang menyatakan bahwa minyak bawang putih sebanyak 80 mg/ml dapat menghambat hingga 97% bakteri penyebab TBC. Kadar tersebut setara dengan obat TBC rifampicin dalam dosis 0,03 mg/ml.


Dari penelitian ini juga disebutkan bahwa bawang putih dapat dijadikan obat alternatif untuk penderita TBC yang resisten terhadap obat.


  1. Meniran hijau


Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, menyebutkan bahwa perkembangan TBC tergantung terhadap imun manusia itu sendiri. Meniran hijau berpotensi sebagai obat herbal TBC, karena telah terbukti efektif meningkatkan imun tubuh. Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah riset yang dimuat dalam Frontiers in Pharmacology. 


Dalam penelitian tersebut, disebutkan bahwa meniran hijau (Phyllanthus niruri) memiliki kandungan aktif yang menguatkan sistem imun tubuh (immunomodulatory), karena mengandung corilagin, phyllanthin, ellagic acid, dan catechin.


Bahan aktif tersebut terbukti bekerja secara efektif dalam menghambat kematian sel  tubuh dan jua pelepasan zat penyebab peradangan (cytokine), yang berisiko menurunkan imun tubuh.


Macam-macam Pengobatan TBC: Mulai dari Antibiotik hingga Obat Herbal TBC Macam-macam Pengobatan TBC: Mulai dari Antibiotik hingga Obat Herbal TBC Reviewed by Anonymous on November 06, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.