Virus corona menjadi ketakutan yang masih
terus membayangi masyarakat dunia sampai saat ini. Bagaimana tidak, hingga
sekarang penyebaran virus ini masih sangat masif dan telah mencapai 45 juta
kasus. Di Indonesia, harapan munculnya virus corona halal pun tidak kalah besar
karena kasus penyebaran corona yang tidak juga melandai hingga telah mencapai
400 ribu kasus sampai akhir Oktober kemarin.
Yang namanya halal, vaksin corona yang
diharapkan dapat segera tersebar di Indonesia tentunya tidak boleh mengandung
najis maupun terkontaminasi produk-produk najis karena penempatannya. Vaksin
tersebut juga harus dipastikan aman dikonsumsi oleh orang-orang yang
menggunakannya.
Harapan akan adanya vaksin corona halal pun
makin membesar setelah ada klaim bahwa virus corona yang tidak mengandung najis
sudah ditemukan. Disebut-sebut pula bahwa dalam waktu dekat keberadaan baksin
ini akan masuk ke nusantara. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai vaksin
corona halal yang sangat dinanti Indonesia.
1. Diproduksi China
China menjadi negara
pertama di mana kasus virus corona baru ditemukan pada akhir Desember 2019.
China pulalah yang menjadi negara pertama yang mengklaim telah menemukan vaksin
corona yang telah teruji. Negara Tirai Bambu ini bahkan menyatakan virus corona
halal juga akan mereka produksi dan siap dikirim ke negara-negara yang
membutuhkan, tidak terkecuali Indonesia. Nantinya merek dari vaksin corona
tersebut adalah Sinovac.
2. Diaudit MUI
Tentunya Indonesia tidak
bisa percaya begitu saja mengenai kehalalan vaksin corona yang akan dibuat oleh
China. Karena itulah sebelum tersebar, nantinya akan audit yang dilakukan untuk
memastikan kehalalan produk tersebut. Majelis Ulama Indonesia (MUI) nantinya
menjadi pihak yang akan mengaudit vaksin corona halal. Tepatnya, Lembaga
Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI)
yang akan bertanggung jawab menjalankan audit tersebut.
3. Dimulai Awal November
Vaksin corona halal
disebut-sebut sudah siap beredar di Indonesia pada November 2020 ini. Pada
pengiriman awal, jumlah vaksin yang akan dikirim ke Indonesia berjumlah sekitar
15 juta dosis. Jumlah tersebut disebut akan dikirim awal November dan sudah
bisa tersebar semua sampai awal Desember 2020.
4. 160 Juta
Tidak semua penduduk akan
diberikan vaksin corona halal ini. Pemerintah menyatakan ditargetkan sasaran
penduduk penerima vaksin hanya sekitar 160 juta. Jumlah tersebut dinilai cukup
untuk membentuk herd immunity di
nusantara. Sebanyak 160 juta orang sendiri setara dengan 59,45 persen dari
total penduduk Indonesia yang saat ini berada di kisaran 269 juta jiwa.
5. Masih Diragukan
Suara sumbang masih terdengar
terkait akan masuknya virus corona halal ke Indonesia. Ini karena ada anggapan,
virus corona yang digunakan sebagai bahan vaksin dari China tidaklah sama
dengan virus corona baru yang berkembang di Indonesia. Karena itu, beberapa
peneliti merekomendasikan untuk memakai virus corona baru yang dibuat dari
virus yang berkembang di Indonesia, yang saat ini masih dalam tahapan
pengembangan.
6. Unit Emirat Arab
Selain China, Indonesia saat
ini juga tengah menjajaki kerja sama dengan Uni Emirat Arab untuk membuat
vaksin corona halal. Uni Emirat Arab sendiri tengah bekerja sama dengan 119
kebangsaan untuk membuat vaksin halal yang akan diberi nama Sinopharm. Saat
ini, progres vaksin tersebut sedang masuk tahapan uji klinis.
***
Akan mulai dikirimkannya vaksin corona
halal tentunya menjadi harapan bagi seluruh masyarakat untuk bisa terbebas dari
bayang-bayang penularan virus corona baru. Namun sampai keamanan dan
kevalidannya teruji, menerapkan protokol kesehatan tetaplah menjadi senjata
utama untuk terhindar dari virus corona baru.

No comments: