Ruang Isolasi Rumah Sakit



Apa yang Anda bayangkan mengenai ruang isolasi pasien? Pasien tidur dirawat sendiri tanpa ada penggabungan dengan pasien lain? Itu benar. Perawatan khusus dengan prosedur keluar masuk yang ketat? Itu juga tidak salah. Tertutupnya akses untuk menjenguk pasien yang sakit? Nah, ini yang sering salah kaprah!

Ditempatkan di ruang isolasi bukan berarti si pasien tidak boleh menerima kunjungan sama sekali. Dalam beberapa jenis ruang isolasi, seperti ruang isolasi standar, pasien tetap boleh dijenguk pada waktu yang sudah ditentukan dengan syarat kondisi pasien tergolong stabil. Hanya saja memang, menjenguk pasien di ruang isolasi rumah sakit tidak sama dengan cara menjenguk pasien di ruang rawat inap biasa.

Berikut ini adalah beberapa etika yang mesti Anda patuhi ketika membesuk keluarga, kerabat, maupun kenalan yang sedang dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Jika tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di bawah ini, bersiaplah untuk tidak memperoleh izin menjenguk dari pihak rumah sakit.

1.       Pembersihan Tangan
Jika ingin masuk ke ruang isolasi rumah sakit, syarat utama yang mesti Anda lakukan adalah melakukan pembersihan tangan dengan cara mencuci ataupun menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan pihak rumah sakit. Pembersihan tangan diharuskan menggunakan standar World Health Organization (WHO), yang terdiri atas 6 langkah dan memakan waktu minimal 20 detik. Tidak hanya ketika masuk ke dalam ruanga, ketika sudah selesai menjenguk pasien dan keluar ruang isolai, Anda harus kembali melakukan pembersihan tangan sesuai prosedur.

2.       Penggunaan Alat Pelindung
Ketika mengunjungi pasien di ruang rawat inap biasa, Anda bebas masuk ke dalam dengan pakaian yang Anda kenakan. Tapi, tidak demikian jika ingin membesuk pasien di ruang isolasi. Anda mesti memakai alat pelindung diri tambahan guna memastikan tidak terpapar virus maupun bakteri dari sang pasien. Alat pelindung diri yang umumnya diberikan di ruang isolasi standar berupa jubah khusus serta sarung tangan.

3.       Pembatasan Pengunjung
Jangan beramai-ramai datang ke ruang isolasi rumah sakit untuk membesuk pasien. Pasalnya, kemungkina besar Anda akan ditolak. Ini karena ruang isolasi menerapkan ketentuan pembatasan pengunjung bagi pasien yang ada di ruang isolasi. Untuk sekali kunjungan, hanya boleh 1—2 pengunjung yang masuk. Pembatasan pengunjung bertujuan membuat istirahat pasien tidak terganggu sehingga pemulihannya bisa lebih cepat.

4.       Pastikan Diri Sehat
Pengunjung yang baiknya datang ke rumah sakit untuk membesuk pasien baiknya tidak dalam keadaan sakit, apalagi jika Anda ingin mengunjungi pasien di ruang isolasi. Walaupun Anda hanya menganggap sedang mengalami batuk ringan atau pilek, petugas medis akan melarang Anda masuk ke ruang isolasi rumah sakit. Kondisi yang tidak fit tersebut sangat rentan membuat Anda tertular penyakit dari pasien yang dijenguk. Ditambah lagi, ada kemungkinan besar Anda membawa bakteri dan virus lain yang dapat memperburuk keadaan pasien.

5.       Hindari Memegang Barang
Jangan bertingkah seenaknya ketika suda masuk ke ruang isolasi. Salah satu contoh tindakan yang diharamkan ketika berada di ruang isolasi adalah memegang benda-benda yang ada di dalam ruangan tersebut. Jangan pula mencoba duduk di tempat tidur pasien karena hanya merasa pegal. Seluruh barang yang ada di ruang isolasi rumah sakit sudah disterilkan, ketika Anda memegangnya, ada kemungkinan Anda menaruh kuman kembali ke benda-benda tersebut yang bisa mengganggu pemulihan pasien secara tuntas.

Jika bisa memenuhi berbagai ketentuan di atas, barulah Anda diizinkan untuk membesuk pasien di ruang isolasi rumah sakit. Jika memang belum mampu berkomitmen menjalankan syarat di atas, tidak perlu memaksakan diri menjenguk. Mendoakan pasien agar cepat pulih lebih berguna.
Ruang Isolasi Rumah Sakit Ruang Isolasi Rumah Sakit Reviewed by SehatQ on July 29, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.