Kenali Gejala Bibir Sumbing dan Cara Pengobatannya


Bibir sumbing adalah fenomena di mana jaringan tubuh yang membentuk bibir tidak terjalin sempurna sebelum kelahiran sehingga mengakibatkan bentuk bibir atas yang terbuka. Bagian yang terbuka tersebut bisa berupa irisan kecil atau bahkan celah besar yang terletak di antara mulut dan hidung. Bibir sumbing ini umumnya terjadi di bagian pinggir bibir saja, walaupun ada beberapa kasus yang terjadi di tengah-tengah atau bahkan di kedua sisi bibir. Hal ini sangat memprihatinkan karena kondisi ini dapat mempengaruhi aktivitas makan dan bicara pada bayi, seperti kesulitan ketika menyusui dan suara yang sangau dan bindeng sehingga sulit terdengar. Bayi yang memiliki bibir sumbing juga memiliki kemungkinan adanya gangguan pendengaran atau infeksi pada telinga karena jaringan yang terhubung. Oleh karena itu demi mencegah terjadinya hal tersebut, penting bagi kita mengetahui faktor penyebab bibir sumbing pada bayi.



Faktor penyebab bibir sumbing pada bayi bisa bermacam-macam, tetapi yang paling sering adalah faktor genetik dan juga kebiasaan serta interaksi sang Ibu dengan lingkungan sekitarnya pada masa kehamilan. Bayi dengan Ibu yang memiliki kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol memiliki risiko lebih besar terkena kelainan bibir sumbing. Penggunaan obat juga dapat memengaruhi risiko tersebut, baik penggunaan obat luar seperti kosmetik atau juga konsumsi obat minum. Beberapa obat-obatan seperti topiramate atau valproic acid yang digunakan untuk menyembuhkan kejang dipercaya dapat menambah risiko bayi terkena bibir sumbing.

Namun selain penyebab-penyebab yang disebutkan di atas, banyak pemicu lain yang dapat memengaruhi karena penyebab bibir sumbing sendiri multifaktorial. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui gejala bibir sumbing sejak dini.

Gejala dan Diagnosa Bibir Sumbing

Dalam beberapa kasus kondisi bibir sumbing dapat didiagnosa pada saat bayi masih di dalam kandungan, terutama sekitar minggu ke-13 kehamilan. Kondisi bibir sumbing dapat dideteksi melalui USG. Jika USG prenatal dapat mendiagnosa adanya kelainan fisik pada bayi, maka umumnya dokter akan menawarkan prosedur pengambilan sampel cairan ketuban dari rahim (aminiocentesis). Hal ini dilakukan dengan maksud mengidentifikasi apakah kelainan pada janin disebabkan oleh sindrom genetik yang diwariskan dari orangtuanya.

Selain dari diagnosa sebelum kelahiran, kondisi bibir sumbing juga dapat dikenali gejalanya saat bayi sudah lahir. Gejalanya dapat diamati secara langsung dan biasanya muncul sebagai:
Ø  Belahan di bibir atau di langit-langit mulut dan memengaruhi satu sisi wajah ataupun keduanya
Ø  Celah pada bibir bagian atas yang membentuk cekungan kecil atau memanjang hingga mencapai bawah hidung
Ø  Belahan di bagian langit-langit mulut yang tidak memengaruhi struktur dan penampilan wajah

Selain gejala yang terlihat dari penampilan fisik, kondisi bibir sumbing juga mungkin terjadi jika:
Ø  Bayi kesulitan untuk menyusui
Ø  Bayi kesulitan menelan dengan makanan atau minuman yang terus-menerus keluar melalui hidung
Ø  Suara bindeng atau sengau
Ø  Bayi sulit mendengar hingga menderita infeksi telinga kronis

Pengobatan dan Perawatan

Jika bayi anda mengalami gejala-gejala tersebut, maka anda bisa memeriksakan bayi anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Orangtua dapat mengajukan pengobatan berupa operasi untuk anaknya yang terkena bibir sumbing. Operasi untuk memperbaiki bibir sumbing dapat dilakukan saat bayi mencapai 3-6 bulan, sedangkan operasi untuk memperbaiki sumbing pada langit-langit mulut dapat dilakukan saat bayi sudah mencapai 6-12 bulan. Operasi ini biasanya melibatkan beberapa dokter spesialis yaitu dokter spesialis anak, dokter gigi spesialis bedah mulut dan dokter spesialis bedah plastik. Namun, perawatan selain operasi juga dapat dilakukan seperti terapi bicara dan perawatan gigi.

Perawatan bibir sumbing dilakukan dengan menyesuaikan kondisi anak, namun umumnya perawatan bibir sumbing meliputi bantuan untuk menyusui, pemeriksaan rutin sejak lahir hingga bayi berusia 6 minggu, pemberian dukungan untuk orangtua, pemeriksaan kemampuan bicara, prosedur cangkok tulang untuk mengisi celah sumbing di area gusi serta perawatan gigi dan pemantauan tulang rahang.
Anak dengan bibir sumbing juga harus diperiksakan ke dokter secara berkala untuk memantau pertumbuhannya hingga Ia berusia 21 tahun.

Kenali Gejala Bibir Sumbing dan Cara Pengobatannya Kenali Gejala Bibir Sumbing dan Cara Pengobatannya Reviewed by Anonymous on November 19, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.