Pernahkah kamu mendengar tentang penyakit yang dinamakan sindrom Guillain-Barre? Sindrom ini bisa menyerang siapa saja, terutama kamu yang berusia 15-35 tahun dan 50-74 tahun.
Sindrom Guillain-Barre (GBS) adalah sindrom (kumpulan gejala) yang menyerang sistem saraf, seperti saraf tepi, saraf tulang belakang, dan saraf otak. Gejala yang umumnya adalah kelemahan, rasa kebas (baal), atau nyeri pada anggota gerak, misalnya tungkai bawah, yang dapat menjalar dengan cepat ke tubuh bagian atas dalam waktu kurang dari 4 minggu.
Cukup sulit mendiagnosa sindrom ini ketika masih pada tahap awal karena gejalanya mirip dengan penyakit saraf lainnya. Tetapi, kamu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala sebagai berikut:
- Muncul kesemutan yang menjalar dari kaki atau jari kaki ke tubuh bagian atas secara cepat.
- Susah bernapas ketika berbaring.
Pemeriksaan di dokter
Untuk menegakkan diagnosa sindrom Guillain-Barre, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan kamu. Ia juga dapat merekomendasikan beberapa tes, seperti:
- Pungsi lumbal: cairan dari tulang belakang diambil untuk diuji demi mengetahui perubahan yang terjadi pada penderita Sindrom ini.
- Elektromiografi: untuk mengukur aktivitas saraf di otot.
- Uji konduksi saraf: untuk mengukur kecepatan sinyal saraf.
Setelah dokter memastikan bahwa gejala yang kamu alami adalah sindrom Guillain-Barre, kamu akan diberikan obat sesuai gejala. Misalnya, dokter akan meresepkan obat nyeri untuk meredakan sakit di beberapa bagian tubuh atau obat pencegah pembekuan darah jika kamu sampai tidak bisa bergerak akibat terkena sindrom ini.
Dokter juga akan menyarankan kamu melakukan beberapa perawatan untuk mempercepat penyembuhan, seperti:
- Plasma exchange (plasmapheresis): cairan yang terdapat pada darah (plasma) dikeluarkan dan dipisahkan dari sel-sel darah. Sel-sel darah lalu dimasukkan kembali ke tubuh kamu sehingga plasma diproduksi lebih banyak lagi. Plasmapheresis dilakukan untuk membersihkan plasma dari antibodi tertentu yang menyebabkan sistem imun kamu menyerang sistem saraf.
- Terapi imunoglobulin melalui intravena (intravenous immunoglobulin/ IVIG): dilakukan dengan menyuntikkan imunoglobulin yang mengandung antibodi sehat dari pendonor darah. Imunlglobulin tingkat tinggi ini dipercaya dapat memblokir antibodi yang rusak dan menyebabkan munculnya sindrom Guillain-Barre.
- Latihan pergerakan tangan dan kaki: dibantu perawat dan dilakukan sebelum masa pemulihan. Tujuannya ialah membantu otot-otot kamu menjadi fleksibel dan kuat.
- Terapi fisik: dilakukan untuk membantu kamu mengatasi kelelahan dan mendapatkan kekuatan serta gerakan yang layak.
- Pelatihan dengan alat bantu, contohnya kursi roda atau tongkat: untuk membantu mobilitas.
Sindrom Guillain-Barre (GBS) adalah sindrom (kumpulan gejala) yang menyerang sistem saraf, seperti saraf tepi, saraf tulang belakang, dan saraf otak. Gejala yang umumnya adalah kelemahan, rasa kebas (baal), atau nyeri pada anggota gerak, misalnya tungkai bawah, yang dapat menjalar dengan cepat ke tubuh bagian atas dalam waktu kurang dari 4 minggu.
Cukup sulit mendiagnosa sindrom ini ketika masih pada tahap awal karena gejalanya mirip dengan penyakit saraf lainnya. Tetapi, kamu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala sebagai berikut:
- Muncul kesemutan yang menjalar dari kaki atau jari kaki ke tubuh bagian atas secara cepat.
- Susah bernapas ketika berbaring.
Pemeriksaan di dokter
Untuk menegakkan diagnosa sindrom Guillain-Barre, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan kamu. Ia juga dapat merekomendasikan beberapa tes, seperti:
- Pungsi lumbal: cairan dari tulang belakang diambil untuk diuji demi mengetahui perubahan yang terjadi pada penderita Sindrom ini.
- Elektromiografi: untuk mengukur aktivitas saraf di otot.
- Uji konduksi saraf: untuk mengukur kecepatan sinyal saraf.
Setelah dokter memastikan bahwa gejala yang kamu alami adalah sindrom Guillain-Barre, kamu akan diberikan obat sesuai gejala. Misalnya, dokter akan meresepkan obat nyeri untuk meredakan sakit di beberapa bagian tubuh atau obat pencegah pembekuan darah jika kamu sampai tidak bisa bergerak akibat terkena sindrom ini.
Dokter juga akan menyarankan kamu melakukan beberapa perawatan untuk mempercepat penyembuhan, seperti:
- Plasma exchange (plasmapheresis): cairan yang terdapat pada darah (plasma) dikeluarkan dan dipisahkan dari sel-sel darah. Sel-sel darah lalu dimasukkan kembali ke tubuh kamu sehingga plasma diproduksi lebih banyak lagi. Plasmapheresis dilakukan untuk membersihkan plasma dari antibodi tertentu yang menyebabkan sistem imun kamu menyerang sistem saraf.
- Terapi imunoglobulin melalui intravena (intravenous immunoglobulin/ IVIG): dilakukan dengan menyuntikkan imunoglobulin yang mengandung antibodi sehat dari pendonor darah. Imunlglobulin tingkat tinggi ini dipercaya dapat memblokir antibodi yang rusak dan menyebabkan munculnya sindrom Guillain-Barre.
- Latihan pergerakan tangan dan kaki: dibantu perawat dan dilakukan sebelum masa pemulihan. Tujuannya ialah membantu otot-otot kamu menjadi fleksibel dan kuat.
- Terapi fisik: dilakukan untuk membantu kamu mengatasi kelelahan dan mendapatkan kekuatan serta gerakan yang layak.
- Pelatihan dengan alat bantu, contohnya kursi roda atau tongkat: untuk membantu mobilitas.
Sindrom Guillain-Barre, Penyakit Apa Itu?
Reviewed by Anonymous
on
October 30, 2019
Rating:
Reviewed by Anonymous
on
October 30, 2019
Rating:

No comments: