Anak dengan sindrom Asperger melihat, mendengar, dan merasakan dunia berbeda dengan orang kebanyakan. Sindrom Asperger bukanlah penyakit, sehingga tidak bisa “disembuhkan”. Anak dengan autisme dan sindrom ini, hidup dengan kondisi tersebut sepanjang hayatnya.
Meski tergolong autism spectrum disorder (ASD), asperger memiliki tingkat kecerdasan normal, bahkan kerap di atas rata-rata. Karena itu, banyak orang tua terlambat atau malah tidak menyadari anaknya mengalami gangguan tumbuh kembang tersebut.
Ini gejala Asperger pada anak dengan autisme
Berikut gejala asperger, yang bisa dikenali sejak anak berusia sekitar dua tahun.
1. Memiliki ketertarikan mendalam terhadap suatu hal
Anak dengan asperger memiliki minat yang terbatas. Saat anak-anak sebayanya mencoba sebanyak mungkin hal baru, mereka hanya tertarik pada satu topik. Sesuai tingkat usianya, mereka akan mengumpulkan semua hal dan informasi soal topik favoritnya itu. Entah itu sepak bola, truk, ikan hiu, dan lainnya.
2. Tidak suka perubahan
Anak dengan asperger terpaku pada rutinitas hariannya. Sekalinya menghadapi perubahan, misalnya, harus pergi saat jam tidur siang, mereka akan kebingungan atau meluapkan emosinya. Kondisi ini juga berlaku pada makanan. Saat anak itu sudah doyan pada satu jenis masakan untuk sarapan, dia bisa menolak mentah-mentah menu sarapan lain.
3. Sulit berkomunikasi
Meski memiliki kemampuan berbahasa yang baik, anak dengan asperger kesulitan berkomunikasi. Mereka butuh waktu ekstra untuk mencerna omongan orang. Mereka juga kesulitan memahami ekspresi wajah, nada bicara, guyonan, dan konsep abstrak. Saat anak masih kecil, kesulitan berkomunikasi ini bisa dikenali lewat ketiadaan kontak mata saat berbicara serta memiliki masalah dengan intonasi suara. Mereka juga memiliki untuk menyendiri di keramaian.
4. Terhambatnya perkembangan motorik
Anak penyandang sindrom asperger biasanya menghindari olahraga. Bukannya tidak suka. Tapi mereka memiliki keterlambatan perkembangan motorik. Ditambah kesulitan dalam keterampilan sosial, anak dengan asperger akan kesulitan saat melakukan olahraga kelompok, seperti sepakbola dan bola voli. Efek lain adalah kesulitan menulis dengan rapi.
5. Hipersensitif
Kebanyakan anak dengan asperger memiliki sistem sensorik yang sangat sensitif. Dampaknya, mereka mudah terganggu berbagai hal yang bagi teman-temannya merupakan hal yang biasa, seperti cahaya lampu, suara musik keras, atau pun makanan yang sedikit pedas.
![]() |
| Autisme |
Ini gejala Asperger pada anak dengan autisme
Berikut gejala asperger, yang bisa dikenali sejak anak berusia sekitar dua tahun.
1. Memiliki ketertarikan mendalam terhadap suatu hal
Anak dengan asperger memiliki minat yang terbatas. Saat anak-anak sebayanya mencoba sebanyak mungkin hal baru, mereka hanya tertarik pada satu topik. Sesuai tingkat usianya, mereka akan mengumpulkan semua hal dan informasi soal topik favoritnya itu. Entah itu sepak bola, truk, ikan hiu, dan lainnya.
2. Tidak suka perubahan
Anak dengan asperger terpaku pada rutinitas hariannya. Sekalinya menghadapi perubahan, misalnya, harus pergi saat jam tidur siang, mereka akan kebingungan atau meluapkan emosinya. Kondisi ini juga berlaku pada makanan. Saat anak itu sudah doyan pada satu jenis masakan untuk sarapan, dia bisa menolak mentah-mentah menu sarapan lain.
3. Sulit berkomunikasi
Meski memiliki kemampuan berbahasa yang baik, anak dengan asperger kesulitan berkomunikasi. Mereka butuh waktu ekstra untuk mencerna omongan orang. Mereka juga kesulitan memahami ekspresi wajah, nada bicara, guyonan, dan konsep abstrak. Saat anak masih kecil, kesulitan berkomunikasi ini bisa dikenali lewat ketiadaan kontak mata saat berbicara serta memiliki masalah dengan intonasi suara. Mereka juga memiliki untuk menyendiri di keramaian.
4. Terhambatnya perkembangan motorik
Anak penyandang sindrom asperger biasanya menghindari olahraga. Bukannya tidak suka. Tapi mereka memiliki keterlambatan perkembangan motorik. Ditambah kesulitan dalam keterampilan sosial, anak dengan asperger akan kesulitan saat melakukan olahraga kelompok, seperti sepakbola dan bola voli. Efek lain adalah kesulitan menulis dengan rapi.
5. Hipersensitif
Kebanyakan anak dengan asperger memiliki sistem sensorik yang sangat sensitif. Dampaknya, mereka mudah terganggu berbagai hal yang bagi teman-temannya merupakan hal yang biasa, seperti cahaya lampu, suara musik keras, atau pun makanan yang sedikit pedas.
Apa Saja Tanda-tanda Sindrom Asperger pada Anak dengan Autisme?
Reviewed by Anonymous
on
August 04, 2019
Rating:
Reviewed by Anonymous
on
August 04, 2019
Rating:

No comments: